Selundupkan Sekilo Sabu, Pengusaha Asal Tanzania Dituntut 19 Tahun Penjara

Abdul Rahman Asuman penyelundiup sekilo sabu yang untuk sementara terhindar dari hukuman mati. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Pengusaha asal Tanzania, Abdul Rahman Asuman (43) yang ditangkap menyelundupkan narkotika jenis sabu sabu seberat 1.130,96 gram ke Bali, masih bisa tersenyum lebar.

Pasalnya, dalam sidang, Kamis (23/5/2019) dia dituntut cukup ringan yaitu, 19 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kadek Wahyudi Ardika.

Dihadapan majelia hakim, Jaksa Kadek Wahyudi dalam amar tuntutanya menyatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 113 ayat (2) UU Narkotika

“Terdakwa teebukri secara tanpa hak atau melawan hukum memproduksi, mengimpor, mengekspor, atau menyalurkan Narkotika Golongan I,” tegas jaksa dalam surat tuntutanya yang dibacakan di muka sidang.

“Oleh karena itu memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama sembilan belas tahun,” imbuhnya.

Selain itu, jaksa juga memohon agar terdakwa yang didampingi pengacara Made Suarsika Adnyana itu dihukum dengan hukuman denda lima milar subsider satu tahun penjara.

Atas tuntutan itu, untuk sementara terdakwa terhindar dari hukumam mati sebagaimana ancaman maksimal dalam Pasal 113 ayat (2) UU Narkotika.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa ditangkap pada tanggal 30 Januari 2018 sekira pukul 18.00 WITA di Terminal kedatangan Bandara Ngurah Rai, Tuban.

Saat itu terdakwa yang baru tiba dari Doha diperiksa oleh petugas dari Bea Cukai, Ari Hendra Prabowo dan I Made Yoga Swara dengan menggunakan mesin X-Ray.

“Kerena terdakwa menunjukkan gelagat yang mencurigan, kedua petugas Bea Cukai itu melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap terdakwa sekaligus barang bawaannya,” sebut jaksa Kadek Wahyudi dalam surat dakwaanya.

Karena dalam pemeriksaan petugas tidak menemukan apa-apa, tapi karena masih curiga, lalu dilakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap rongga percernaan terdakwa dengan melakukan rontgen di Rumah Sakit BIMC di Jalan Bay Pas Ngurah Rai.

“Dari hasil rontgen diindikasikan ada benda yang mencurigakan pada saluran pencernaan terdakwa,” jelas jaksa. Atas hal itu, terdakwa oleh petugas dibawa ke Kantor Bea Cukai Ngurah Rai.

Setelah diberi obat, dua jam kemudian dari anus terdakwa keluar benda menyerupai kapsul sebanyak 82 kapsul berwarna kecoklatan yang didalamnya setelah dibuka berisikan kristal bening yang diduga sabu sabu.

Setelah itu petugas Bea dan Cukai melaporkan temuan ini ke Polresta Denpasar. Pada saat dibawa petugas ke Polresta Denpasar, ternyata masih ada beberapa kapsul yang belum keluar dari perut terdakwa.

Oleh petugas pun terdakwa akhirnya dibawa ke RS Bhayangkara. Selama di RS Bhayangkara ini terdakwa akhirnya kembali mengeluarkan 17 kapsul yang masih tersisah dari dalam perutnya, sehingga total jumlah kapsul yang ada diperut terdakwa adalah 92 buah.

Setelah dilakukan penimbangan terdakwa Narkotika jenis sabu sabu yang adalah dalam 92 buah kapsul tersebut, beratnya keseluruhannya adalah 1.130,96 gram atau 1,1 kilo. Hasil pemeriksaan, terungkap bahwa terdakwa membawa narkotika itu nantinya akan diberikan kepada orang lain.(pro)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment