Dua Tahun Pimpin Flotim : Bupati dan Wabup Terus Pacu Capaian Visi dan Misi

Dari kiri,Wabup Agus Boli,Bupati Anton Hadjon,dan Sekda paulus Igo Geroda,dalam gelar jumpa pers, Rabu (22/5), momen dua Tahun Kepemimpinan Bereun.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Genap dua tahun memimpin Kabupaten Flores Timur,Rabu,22 Mei 2019 Bupati Antonius Hubertus Gege Hadjon,ST dan Wakil Bupati Agustinus Payong Boli,SH didampingi Sekertaris Daerah Paulus Igo Geroda,S.Sos,M.AP secara terbuka kepada insan media,menggambarkan capaian pembangunan yang terbingkai dalam Visi dan Misi Pemerintah Daerah Flores Timur (2017-2022).

Bupati Anton Hadjon

Mengawali dengan Visi Flores Timur Sejahtera Dalam Bingkai Desa Membangun,Kota Menata,Bupati Anton Hadjon menegaskan pihaknya senantiasa mengkampanyekan target besar mereka di lima tahun memimpin Flores Timur ini. Sembari menyentuh pembangunan di desa dan di kota, (kenampakan fisik) dua Breun tersebut terus menggelorahkan semangat membangun daerah ini. Visi Flores Timur Sejahtera Dalam Bingkai Desa Membangun,Kota Menata sebagaimana yang diutarakan Bupati Anton Hadjon,tidak sekedar kenampakan fisik  yang ada di desa dan di kota, tetapi bermakna juga mengajak semua pihak, semua masyarakat baik di desa, dan masyarakat kota,baik yang berdiam di Flotim maupun di luar Flotim untuk  memberikan yang terbaik bagi daerah ini.

“Kami terus mengkampanyekan, kami terus mengajak semua pihak, dari anak kecil, orang muda hingga dewasa, baik yang di Flotim maupun di luar Flotim, mari kita semua punya tugas yang sama untuk bangun daerah ini. Mari kita berikan apa yang kita punya (potensi diri:kecerdasan intelektual,ide membangun) untuk  memepercepat Flotim sejahtera.”ujar Bupati Anton Hadjon.

Lantas bagaimana dengan capaian Lima Misi itu?

Untuk Misi Pertama  Selamatkan Orang Muda Flotim,Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Flores Timur tersebut menguraikan,dari misi ini lahirlah beberapa program,yang salah satu diantaranya adalah menciptakan lapangan kerja (wirausaha) bagi orang muda Flotim. Mengawali pelaksanaan misi ini, di Tahun 2017 langsung ‘tancap gas’ dengan membangun motivasi orang muda. Pemkab Flotim mendatangkan beberapa wirausahawan sukses dibidang usahanya datang ke Flotim dan berbicara di hadapan 700-an orang muda  Flotim. Setelah itu mereka (orang muda),dikelompokan menurut minat usahanya.Pada Tahun 2018 mereka dibekali dengan modal usaha.

“Memang polanya sedikit berbeda dari sebelumnya lewat kelompok.Namun kita rubah sistem itu,langsung kepada pribadi. Kita mau orang muda kita bertanggungjawab dengan usahanya. Mereka hanya dikelompokan menurut jenis usahanya demi kepentingan saling berdiksusi, tapi permodalannya diberikan secara pribadi. Selama ini diberikan kepada kelompok namun cendrung gagal. Ada 300 orang muda di Tahun 2018 yang kita beri modal. Ada yang berusaha ternak : ada yang ternak babi, ayam, puyu,dan dibidang usaha lainnya. Silahkan teman-teman cek di lapangan.Dan di Tahun yang sama kita bangun motivasi lagi bagi orang muda baru yang akan didanai di Tahun 2019.” papar Anton Hadjon sembari memperlihatkan kiat mereka untuk meningkatkan kesejahteraan orang muda Flotim lainnya yang memilih bekerja sebagai abdi masyarakat dan negara.

Tenaga Kerja Sukarela (TKS Medis ) dan guru Paud yang mengabdi dengan upah minim, ditolong dengan lahirnya Peraturan Bupati.Sebanyak  600 TKS kini menikmati rahmat Perbup itu. 200 TKS dibijaki lewat proses rekrutmen Tenaga Kontrak,dan 400 TKS terbantukan lewat dana desa oleh Pemerintah Desa atas dorongan Pemimpin Daerah ini.Tak lepas begitu saja,Duo Breun itu pun senantiasa melakukan pencekingan lapangan.

Tidak cuma itu,untuk mendukung usaha orang muda, Pemkab Flotim pun memunculkan Perbup tentang Berpangan Lokal dan Berpakaian lokal khas Flotim.Pasar disiapkan,dan terus bergerak dan menggerakan,memacu semangat untuk membangun.Dukungan penuh pun ditujuhkan pada gerakan literasi dan lain sebagainya.

Misi Kedua ,Selamatkan Infrastruktur.Terkait misi ini,Bupati Anton Hadjon menguraikan,dari sekitar 700 Km jalan di Flotim, ada 200 Km jalan dalam kondisi baik dan 500 Km dalam kondisi tidak layak.DI Tahun 2018,APBD Flotim mengalokasikan 100 milyar untuk pengerjaan jalan.Dan masyarakat menikmati itu.Demikianpun konsentrasi pembangunan infrastruktur air.Perusahaan Daerah Air Minum yang hampir mati,langsung diurus pasca dilantik hingga kini tidak terdengar keluhan yang sangat parah seperti tahun-tahun sebelumnya. Demikianpun pembangunan infrastruktur air minum di Ileboleng.Ada kemauan baik Pemerintah Daerah untuk membangun.Tapi di sana ada penolakan.Pemerintah terus membangun pendekatan.

“Ada kemauan baik Pemerintah untuk selesaikan.Di sana ada Panitia air.Dan pendekatan air ini  sudah dilakukan oleh panitia.Kita anggarkan,kemudian berbelok,ada penolakan ! ini diluar dari sangkaan. Dan Pemerintah tidak bisa turun dan paksakan harus buat ! Pemerintah tetap turun buat pendekatan sampai hari ini. Saya tidak mau masyarakat Ileboleng nikmati air karena pemberian terpaksa dari masyarakat Adonara Tengah. Pemberian harus dari ketulusan,dari hati. Ini soal air, ini soal hidup dan kami masih terus buat pendekatan. Demikianpun di Adonara Tengah.Kita bangun. Kami bahkan itens membangun koordinasi dengan Pempus untuk membantu masyarakat Flotim akan infrastruktur air lewat program Pansimas. Di Tahun 2018, ada 20 desa di Flotim yang dapat program ini. Dan di Tahun 2019, kami dorong ada 6 desa, sehingga sebagaimana aturan main dari program ini,Flotim akan didanai 30 desa Pansimas. Penambahan sumber mata air baru bagi Kota Larantuka juga kami lakukan. Di Tahun 2018,kita sudah memulai pembangunan itu dari bagian utara dan dilanjutkan di Tahun 2019. Juga sumur bor,di Tahun 2019 ini,Flotim mendapat 7 titik sumur bor.”beber Anton Hadjon dengan terus menerus mengungkapkan kerja keras mereka membangun daerah ini.

Menyentuh ruang isolasi di aspek lainnya pun dilakukan dengan keberanian yang luar biasa.Koordinasi berjenjang baik di lini Pemerintahan maupun BUMN pun menghasilkan capaian target Flotim 100 persen terang.Mengakui bahwa untuk urusan listrik bukan kewenangan pihaknya,namun usaha membangun koordinasi hingga Flotim telah mencapai 99,99 persen desa berlistrik menjadi kegembiraan tersendiri.Begitu pula dengan jaringan telekomunikasi.Ada 7 BTS yang sudah dibangun,dan warga menikmati manfaatnya itu.

Sementara itu untuk Misi Ketiga Selamatkan Tanaman Rakyat Flotim,Bupati Anton Hadjon mengungkapkan pihaknya terus menggairahkan kampanye “membangun Flotim dari apa yang kita punya.bukan dari apa yang tidak kita punya.”  Yang dimiliki petani Flotim adalah mente, kakao, pisang, jagung, sorgum, padi, ubi, dan lain-lain termasuk tanah. Sembari menggenjot tingkat produktivitas dan nilai guna dari produk pertanian dan perkebunan milik petani Flotim itu, Pemkab Flotim mengawalinya dengan program Pemangkasan dan Peremajaan (Manja) tanaman Mente di Tahun 2018. Dari target 1000 hektar,program manja Mente berhasil mencapai 800 hektar. Program itu dilanjutkan lagi di tahun 2019 dengan target 800 hektar diikuti dengan manja tanaman Kopi dan Kakao.

Untuk memberi nilai guna (ekonomis) terhadap hasil pertanian dan perkebunan milik petani Flotim,Pemkab Flotim pun giat mengajak investor. Bupati Anton Hadjon mengakui mencari  investor tidak gampang ! Selama ini Flotim hanya mendapat kunjungan atau janji dari investor akan ! Akan bangun ini…Akan beli produk pertanian ini..itu…tapi berakhir hanya pada janji akan..! Maka datanglah Mr.Danniel (Belgia),investor Vanili Organik yang mengembangkan Vanili Organik di wilayah Adonara Barat.

“Kami minta mereka untuk tinggal disini, tinggal bersama petani, dampingi para petani kita, beli hasil petani,dan olahnya di sini. Artinya bangun pabrik pengolahannya di sini. Dan Mr.Daniel telah lakukan itu,dan saya sendiri hadir di panen perdana vanili organik hasil pengembangan itu.Petani kita diuntungkan,bahkan tidak saja vanili,tetapi mereka beli juga semua tanaman rempah-rempah.Dan kini,mereka telah bangun pengolahan itu di desa Hurung. Demikianun Mr.Arron Fishman yang mengembangkan Mente di desa Waibao.Dalam perbincangan saya dengan Mr.Arron, saya tegaskan,tidak boleh merugikan petani Flotim. Silahkan lakukan pendekatan dengan masyarakat dan petani di sana.Soal kesepakatan sewa lahan,memang terbilang murah,tapi itu bukan berjalan selama 30 tahun, selalu ada perubahan mengikuti tingkat inflasi dan produktivitas perusahaan.Soal ijin,memang belum ada ijin.Saya sudah melaporkan ke Gubernur dan Pak Gub bilang,harus berani memulai. Itu bagian dari proses.Dan itulah proses ! Demikianpun yang selalu disampaikan Presiden Jokowi soal investasi. Iklim investasi harus nyaman,dan yang saya maukejar adalah mereka tetap ada disini. Semua aktivitas mereka ada di sini.Bangun pabrik pengolahan di sini.Dampak ikutannya besar bagi masyarakat Waibao dan sekitarnya serta masyarakat Flotim umumnya karena mereka beli juga nenas, jagung pulut, sorgum, beras,pisang,gula merah.”tandas Bupati Anton Hadjon seraya mendorong pertumbuhan BumDes. BumDes harus menjadi suplayer utama hasil pertanian, dan perkebunan petani Flotim.

Lalu Misi Keempat Selamatkan Laut Flotim ! Misi ini menekankan penegasan dan ketegasan Pemkab Flotim untuk memperkuat nelayan Flotim,dan bagaimana laut benar-benar mempersiapkan penghasilan bagi nelayan Flotim. Motivasi menyadarkan para nelayan yang gemar melakukan ilegal fishing lewat cara membom dan potazium,terus digalakan.Bahkan ketegasn sikap langsung ditunjukkan Pemkab Pemda Flotim dengan membakar barang bukti ilegal fishing yang telah berkekuatan hukum tetap di Tahun 2017. Alhasil,banyak testimoni yang disampaikan para nelayan, ikan kini membanjir,para nelayan baik nelayan tradisional maupun nelayan besar tidak susah mendapatkan ikan.Muncul pula dimana-mana kelompok peduli laut.Kesadaran untuk menjaga laut semakin tinggi.Intensitas pengebom semakin berkurang,bahkan sudah tidak terdengar lagi di Tahun 2018.Kita terus memacu kesadaran ini !

Sedangkan Misi Kelima Reformasi Brokrasi,Bupati Anton Hadjon secara tegas mengungkapkan pihaknya sedang menjalankannya sekarang. Dari memperbaiki pola yang selama ini dilestarikan,pembenahan ke arah revolusi mental terus menerus dipacu agar proses perencanaan berjalan maksimal.Flotim selama ini didera oleh opini BPK RI  Wajar Dengan Pengecualia.Apa pasal ? Ada begitu banyak rekomendasi sejak Tahun 2004 yang tidak dilaksanakan.

“Dan kami harus memulainya,walau mendapat sorotan miring,baik dari para ASN maupun pihak luar.Ini utang Flotim.Ada banyak hal.Kita dorong TPTGR.Dan TPTGR itu hanyalah salah satunya,ada banyak hal yang tidak bisa saya sampaikan ke publik.Intinya adalah,semua kita dalam peran masing-masing kita,marilah bersama-sama kita bangun Flores Timur untuk mempercepat capaian Flotim Sejahtera.”pinta Bupati Anton Hadjon,yang diamini Wabup Agus Boli dan Sekda Paulus Igo.

Berjalan menuju capaian besar tersebut,Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur  melakukan pengawalan ketat terhadap proses perencanaan hingga penyerapan APBD.Bupati Anton Hadjon bahkan mengawal langsung perencanaan setiap OPD,dan Wabup Agus Boli,ekstra ketat melakukan pengawasan dan pengendalian.Komitmen dan ketegasan kedua pimpinan daerah ini,berhasil memangkas anggaran perjalanan dinas  semenjak Tahun 2017 yang bergerak pada nominal 83 milyar Rupiah menurun di Tahun 2018 dengan besaran Rp 50 milyar Rupiah.Hasil penghematan tersebut dimanfaatkan untuk pendanai pembangunan infrastruktur dan kepentingan capaian visi dan misi daerah Flotim. (Emnir)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment