Tipu Orang, Angggota Bhayangkari Gadungan Dituntut 3,5 Tahun

Niswatun Badriyah yang mengaku istri perwira polisi dan menipu Rp. 639 juta. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Niswatun Badriyah yang mengaku sebagai istri seorang perwira polisi yang berdinas di Polres Klungkung, Selasa (21/5/2019) dituntut tujukan tiga tahun dan enam bulan (3,5) tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cokorda Intan Merlani Dewie dalam amar tuntutannya yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan I Gede Ginarsa menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tidak pidana penipuan yang dilakukan secara berlanjut.

Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 378 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHP sebagaimana dimaksud pada dakwaan pertama.

“Memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan,” tegas JPU dalam surat tuntutannya.

Seperti diketahui, kasus yang menjerat terdakwa ini berawal saat terdakwa mendatangi rumah saksi korban, I Ketut Widiantara Udayana.

Kepada orang tua korban, terdakwa mengaku anggota Bhayangkari (istri polisi) dan sudah beberapa kali meloloskan orang masuk Akpol.

Karena merasa percaya dengan omongan terdakwa, korban pun meminta kepada terdakwa untuk menjadi anggota polisi.

Tidak lama kemudian, terdakwa menghubungi saksi korban ada paket Rp.150 juta dan langsung lolos menjadi anggota polisi.

“Singkat cerita korban dan orang tua korban setuju dengan tawaran terdakwa dan langsung menyanggupi biaya yang ditawarkan oleh terdakwa,”ungkap jaksa Kejati Denpasar itu.

Disebut pula, korban memberikan yang kepada terdakwa dengan cara bertahap hingga mencapai Rp. 639 juta. Bahkan uang uang diberikan oleh korban melebihi dari harga paket yang ditawarkan terdakwa.

Tapi apa yang dijanjikan terdakwa kepada korban tidak terbukti. Sebab, saat mengikuti tes polisi, korban sudah gugur di teras awal (tes psikologi).

Namun demikian terdakwa tetap menjanjikan korban berangkat pendidikan walau nyatanya hingga saat ini korban tetap saja tidak berangkat.

Sedangkan uang Rp.639 juta yang dikirim oleh korban kepada korban tidak juga dikembalikan, tapi malah digunakan sendiri olah terdakwa. (pro)

 

Editor : Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment