Festival Bale Nagi gi Pulau Solor – Dari Pamakayo, Hasil Tenunan Khas Solor Diluaskan

Kelompok Tenun Ikat Desa Pamakayo, Solor Barat. Foto: BNN/Ist.

Solor/BaliNewsNetwork-Desa Pamakayo, Kecamatan Solor Barat pada Jumat, 12 April 2019 bermandikan karya tenunan khas pulau Solor. Aneka ragam hasil tenunan dari berbagai desa di pulau Solor terlihat menawan di lanjutan acara Festival Bale Nagi Flotim Tahun 2019 untuk titik pulau Solor tersebut.

Ketua PKK Flotim, Ny. Lusi Gege Hadjon.

Tidak saja terlihat pada busana yang terkenakan oleh warga Solor yang memadati pelataran Gua Maria stasi Pamakayo, namun semarak Festival Bale Nagi yang diselenggarakan Pemkab Flotim untuk titik pulau Solor tersebut terlihat pada belasan stand tempat hasil karya para penenun orang Solor itu dipajangkan. Aneka jenis sarung (kwatek, snai, selendang, gebah dan pernik-pernik tenunan lainnya) dari berbagai desa di pulau Solor, terlihat di pusat pameran itu.

Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Flores Timur, Apolonia Corebima dalam sambutannya sangat takjub dan memberikan apresiasi pada langkah maju yang digagas oleh pemcam Solor Barat dan Kelompok Bensa Ema atas inisiasi mengadakan pameran hasil tenunan warga Solor dalam rangkaian Festival Bale Nagi Tahun 2019 untuk titik pulau Solor tersebut. Pameran serupa akan berlanjut di desa lamawalang (Lamawohong) pada tanggal 25 April 2019 mendatang.

Sarung desa Lewotanaole

“Momen ini menjadi momen promosi,momen kita meluaskan hasil karya tenunan para penenun di pulau Solor ini. Hasil tenunan khas Lamaholot Flotim khususnya dari Solor, tidak kalah dengan hasil tenunan dari berbagai daerah di NTT dan belahan nusantara. Kita punya banyak agenda untuk mempromosikan hasil tenunan kita. Oleh karena itu yang harus menjadi perhatian utama kita adalah meningkatkan kualitas tenunan dan stabilitas harga pasar,” ungkap Apolonia Corebima dengan terus menerus memacu semangat para penenun di pulau berbatu itu.

Apresiasi serupa pun digaungkan oleh Camat Solor Barat, Adrianus Kopong Herin atas partisipasi aktif warga Solor dalam rangkaian Festival Bale Nagi untuk titik pulau Solor di wilayah Kecamatan Solor Barat tersebut. Kehadiran beberapa wisatawan mancanegara dalam kegiatan itu, menambah semangat camat Ardi untuk terus memacu warga Solor untuk bangkit mengolah potensi yang ada di pulau Solor dan bersama-sama mempromosikannya.

Wabup Flotim Agus Boli ketika mengunjungi stand Ritaebang.

“Hari ini kami suguhkan pameran tenun ikat.Ada belasan stand  per-desa. Juga pameran kuliner berbahan lokal Solor. Kepada para pengunjung,nikmatilah apa yang kami suguhkan ini. Kegiatan ini adalah kelanjutan dari kegiatan tahun kemarin, Oktober 2018, ketika kami dikunjungan wisatawan dari Inggris yang mendalami sejumlah motif tenunan Solor. Waktu itu secara sederhana kami adakan di kampung Lamawohong, Desa Lamawalang.Dan mereka sempat beli 7-8 lembar dengan nilai Rp50.000.000. Dan hari ini kelanjutannya. Untuk ukuran Festival Bale Nagi mungkin acara yang kami sajikan ini belum seberapa, namun dari evaluasi, ada langka maju dari tahun kemarin,dan akan kami lanjutkan lagi di tanggal 24-25 di Lamawohong,” ujar Camat Ardi Herin.

Camat Ardi Herin pun membahanakan ajakan untuk membangun Solor. “Kita berhasil bukan harus tunggu orang dari luar untuk bangun Solor, tapi kita Orang Solor harus bangun Solor, kita harus berpartisipasi dan kita harus bangun dari apa yang kita punya,” demikianlah Ardi Herin menutup sambutannya. (Emnir/Adv)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment