Miliki 599,9 Gram Sabu dan 70 Butir Ekstasi, Sopir Freelance Divonis 12 Tahun Penjara

I Nyoman Mardika terdakwa yang divonis 12 tahun penjara. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Pria yang berprofesi sebagai sopir Freelance, I Nyoman Mahardika (31) hanya bisa pasrah saat mendengar dirinya divonis 12 tahun penjara Dalam sidang, Selasa (19/3/2019). Majelis hakim PN Denpasar pimpinan I Wayan Kawisada dalam amar putusannya menyatakan sependapat dengan jaksa.

Dimana pada sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Siti Sawiah dalam amar tuntannya menyatakan terdakwa yang beralamat di Lingkungan Gede Anggungan, Lukluk itu terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 ayat (2) UU Narkotika.

“Terdakwa terbukti bersalah secara tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika Golongan I yang beratnya diatas lima gram,”tegas Hakim IGN Putra Atmaja.

“Menghukum terdakwa oleh kerana itu dengan pidana penjara selama 12 tahun, denda Rp 1 miliar, dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama delapan bulan,”tandas Hakim Putra Atmaja.

Atas putusan itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya dari tim pengacara PBH Peradi Denpasar menyatakan menerima, sedangkan jaksa yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 15 tahun masih menyatakan pikir-pikir.

Disebutkan dalam dakwaan, terdakwa ditangkap pada hari Minggu 2 September 2018 sekira pukul 18.00 Wita di pinggir Jalan Pantai Padang Galak, Kesiman, Denpasar.

Dari tangan terdakwa, petugas polisi dari BNNP Bali berhasil mengamankan 8 paket Narkotika jenis sabu-sabu dengan berat total 599,9 gram. Tak hanya itu, polisi juga berhasil mengamankan 1 plastik klip yang berisikan 70 butir pil ekstasi sebarat 36,6 gram.

Sebelum dilakukan penangkapan, BNNP Bali mendapat laporan dari masyarakat yang mengatakan di seputaran Pantai Padang Galak sering terjadi transaksi Narkotika.

Atas laporan itu, polisi langsung melakukan penyelidikan di seputaran Pantai Padang Galak. Saat itu polisi melihat terdakwa berdiri disebelah motor di Jalan Pantai Padang Galak.

Melihat terdakwa, dua petugas dari BNNP Bali langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan. “Namun saat itu petugas BNNP Bali tidak menemukan apa-apa,”sebut jaksa Kejati Bali ini.

Kemudian petugas menggeledah sepeda motor Vario warna putih DK 5481 FAQ milik terdakwa. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan sabu yang dikemas dalam beberapa paket.

Setelah itu, petugas menggiring terdakwa ketempat tinggalnya. Ditempat tinggal terdakwa ini, petugas kembali menemukan Narkotika jenis sabu dan ekstasi yang sudah dikemas dalam beberapa paket.

Dari pengakuan terdakwa, Narkotika jenis sabu yang berat keseluruhanya adalah 599.9 gram dan 70 butir ekstasi itu adalah milik I Kadek Wardika alias Loco.

Sedangkan terdakwa, menurut pengakuanya hanya diberi tugas untuk mengambil tempelan dan menempelkan kembali atas perintah I Kadek Wadika alias Loco. Ata pekerjaannya sebagai kurir Narkotika sejak bulan Februari 2018, terdakwa mengaku sudah mendapat upah sebanyak Rp 78 juta. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment