Usut Dugaan Peyelewengan Dana Desa, Kejari  Denpasar Segara Bentuk Tim

Denpasar/BaliNewsNetwork-Kasus dugaan penyelewengan dana Desa di Desa Dauh Puri Kelod, Denpasar yang beberapa waktu lalu dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, dan saat ini ditangani oleh Kejari Denpasar mulai menunjukkan kemajuan.

Bahkan menurut sumber, Pisdus (Pidana Khusus) Kejari Denpasar akan mengeluarkan Sprintlid atau Surat Perintah Perintah Penyelidikan. “Informasinya tidak lama lagi akan dibuatkan speintlid, ” ujar sumber yang enggan menyebut namanya.

Ada sumber lain juga menyebut bahwa, dalam perkara ini, dari tiga orang yang diduga terlibat, hanya satu yang rencananya dibidik oleh Kejari Denpasar.

Kasi Intel Kejari Denpasar, Agus Sastrawan yang dikonfirmasi terkait keterangan sumber ini hanya menjawab saat ini pihaknya baru berecana membentuk tim untuk melakukan pengumpulan data keterangan.

“Dalam waktu dekat kami akan membentuk tim. Nanti setelah tim ini terbentuk baru ada tindak lanjut lagi. Tim ini, nantinya bisa saja dibentuk dari Pidsus dan Intel,”pungkasnya.

Ditempat terpisah, I Nyoman Mardika warga Dauh Puri Kelod yang melaporkan kasus ini juga mengatakan sudah mendengar rencana dibuatnya surat perintah penyelidikan.”Saya juga mendengar seperti itu (terkait surat penyelidikan). Mudah-mudahan itu benar,” ujar Mardika, Rabu (13/3) kemarin.

Sementara itu menyangkut soal hanya ada satu orang yang dibidik Kejari, Mardika mengaku tidak masalah. Alasannya, karena tujuannya melaporkan kasus ini bukan untuk memenjarakan orang, melainkan agar di kasus serupa tidak kembali terjadi di Desanya.

“Tidak masalah mau satu atau semua yang  dibidik, karena tujuan saya melaporkan kasus ini hanya ingin di Desa saya tidak ada kasus serupa terjadi lagi. Dan laporan saya ini juga tidak ada muatan politik, sehingga siapapun nantinya yang jadi tersangka tidak masalah buat saya,” tegasnya.

Dikatakannya, pihaknya juga mendengar informasi bahwa, dari beberapa yang diindikasi menyelewengkan dana Desa ini sudah ada yang mengembalikan dana teresebut. “Mungkin. Karena sudah ada yang megembalikan,” pungkas Mardika. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment