Divonis 2,6 Tahun, Mantan Pemandu Lagu yang Simpan Tiga Paket Sabu Langsung Terima

Terdakwa Elisa Ayu Anna Wahyuni yang divonis 2,5 tahun dan langsung menerima. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Mantan Pemandu lagu (PL) di salah satu tempat hiburan malam di Denpasar yang terjerat kasus Narkotika, Kamis (14/3/2019) divonis dua tahun dan enam bulan (2,5) tahun penjara.

Atas vonis itu, wanita asal Semarang, bernama Elisa Ayu Anna Wahyuni  itu langsung menerima. “Apakah terdakwa menerima vonis ini,” tanya Ketua majelis hakim IGN. Putra Atmaja yang dijawab menerima oleh terdakwa.

Begitu pula dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Ketut Hevy Yushantini yang sebelumnya menuntut terdakwa yang pernah tinggal di Bambu Resedence Jalan Mertasari, Sanur dengan tiga tahun penjara juga mengatakan menerima.

Majelis hakim dalam amar putusannya menyatakan sependapat dengan jaksa yang menyebut terdakwa terbukti bersalah tanpa hak atau melawan hukum menyalahgunakan Narkotika bagi dirinya sendiri. Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a UU Narkotika.

“Menyatakan terdakwa terbukti tanpa hak menyalahgunakan Narkotika jenis sabu-sabu untuk dirinya sendiri. Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan,” tegas Hakim Putra Atmaja dalam putusannya.

Selain itu, hakim juga menghukum terdakwa yang ditangkap dengan barang bukti tiga paket sabu-sabu masing-masing seberat 0,06, 0,16 dan 0,27 gram untuk membayar biaya perkara sebesar dua ribu rupiah.

Diberitakan sebelumnya, Elisa Ayu Anna Wahyuni, wanita asal Semarang, Jawa Tengah ini ditangkap karena sebelumnya polisi menerima laporan masyarakat yang mengatakan terdakwa memiliki Narkotika.

Atas laporan itu, polisi langsung melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap terdakwa pada tanggal 11 Oktober 2018 di kamar kost No. 204, Bambu Residence, Jalan Mertasari, Sanur.

Saat diamankan, petugas lalu menanyakan kepada terdakwa terkait kepemilikan Narkotika jenis sabu.”Dijawab oleh terdakwa ada dan disimpan di dalam lemari,” sebut jaksa Kejari Denpasar itu Dalam surat dakwaanya.

Atas pengakuan itu langsung dilakukan penggeledahan didalam lemari terdakwa. Hasilnya polisi menemukan 3 paket sabu masing-masing seberat 0,06, 0,16 dan 0,27.e Kepada petugas, terdakwa mengaku mendapat sabu dengan membeli dari orang yang bernama Bara seharga Rp 1.100.000. Sabu itu, oleh Bara. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment