Simpan Ekstasi di Loker Pyramid Club, David Rizky Divonis Tujuh Tahun Penjara

David Rizky menyatakan pikir-pikir usai divonis tujuh tahun penjara. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetworkaku – David Rizky (30) pria yang ditangkap karena menyimpan tujuh butir pil Ekstasi di Loker Pyramid Club, Jalan Dewi Sri Nomor 33 Kuta, Dalam sidang, Selasa (12/3/2019) divonis hukuman tujuh tahun penjara.

Majelis hakim PN Denpasar pimpinan I Ketut Kimiarsa dalam amar putusannya yang dibacakan dihadapan terdakwa menyatakan sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Wayan Dana Aryantha menyebut perbuatan terdakwa melanggar Pasal 112 ayat (1) UU Narkotika.

“Terdakwa terbukti bersalah menyimpan, memiliki, menguasai atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman. Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama tujuh tahun,” sebut Hakim Kimiarsa dalam amar putusanya.

Selain menghukum dengan pidana penjara, majelis hakim juga mengganjar terdakwa dengan pidana denda Rp 800 juta. “Apabila tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama empat bulan,” pungkas Hakim Kimiarsa.

Diketahui putusan ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa. Dimana pada sidang sebelumnya, jaksa Kejati Bali ini menuntut agar terdakwa dihukum dengan pidana penjara selama 10 Tahun. Atas putusan ini, baik jaksa maupun terdakwa sama-sama menyatakan pikir-pikir.

Diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Wayan Dana Aryantha menuntut terdakwa Divid Rizky dengan pidana penjara 10 tahun karena terdakwa tidak pernah mengaku bersalah dan terkesan berbelit-belit selama menjalani proses persidangan.

Diberitakan sebelumnya, penangkapan terdakwa dilakukan Ditresnarkoba Polda Bali saat melakukan razia tempat hiburan malam yang ada di Pyramid Club Bali pada 13 Juni 2018, Pukul 00.30 Wita.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap para pengunjung dan karyawan di lokasi diamankan terdakwa I Gusti Komang Salen Anjas Adi Putra (berkas terpisah) merupakan karyawan Pyramid Club Bali yang kedapatan menyimpan pil ekstasi,” beber Jaksa.

Dari pengembangan Anjas mengaku mendapat barang terlarang itu dari terdakwa David dengan cara membeli perbutirnya seharga Rp500 ribu.

Dari informasi Komang Salen (terdakwa dalam berkas terpisah) inilah, petugas Diresnarkoba Polda Bali berhasil menangkap terdakwa David yang juga ada ditempat hiburan malam itu Pukul 02.00 Wita yang langsung dilakukan penggeledahan.

Kemudian, petugas meminta terdakwa untuk menunjukkan barang bukti pil ekstasi yang belum dijualnya dan benar saja terdakwa memiliki loker khusus ditempat hiburan malam itu untuk menyimpan narkoba.

Dari dalam loker barang yang khusus disiapkan untuk terdakwa, petugas menemukan sebelumnya 13 butir pil ekstasi dengan berat total keseluruhan mencapai 4,32 gram.

Dari hasil penyidikan pembuktian barang bukti ternyata yang enam butir lainnya tidak mengandung sediaan Narkotika melainkan hanya obat asam urat. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment