Tahun 2019 Pemkab Flotim Target Kirim 120 Anak Muda Kuliah di Taiwan

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Flores Timur Emanuel Lamury sedang memberi pengarahan kepada para calon mahasiswa Taiwan asal  Flores timur sebelum mengikuti  test fisik di lapangan Yongkudi, Waibalun, Larantuka, Sabtu, (02/03/2019). Foto: BNN/Rahman Sabon Nama

Larantuka/BaliNewsNetwork–Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Pemkab Flotim) tahun 2019 ini menargetkan akan mengirim sebanyak 120 anak muda Flotim untuk melanjutkan pendidikan di berbagai universitas di Taiwan. Ini adalah gelombang kedua orang muda Flotim yang rencananya  diberangkatkan pada 15 September 2019 mendatang. Sedangkan gelombang pertama sebanyak 51 orang, diantaranya 23 orang sudah diberangkatkan tahun 2018 dan sedang menempuh pendidikan di Taipei University of Marine Technology dan Chienkuo Technology University. Sedangkan 28 orang lagi sudah berada di Bali akan diberangkatkan pada 15 Maret 2019 ini. Hari ini, dari 99 pendaftar, yang mengikuti seleksi sebanyak 94 orang. Sebelumnya di SMKN1 Adonara di Kolilanang sudah terseleksi sebanyak 31 orang. Semua ini baru proses awal, masih ada tahap lain sampai medical check up.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Flores Timur Emanuel Lamury, mewakili Bupati Anton Hadjon, ketika memberi pengarahan kepada 94 orang calon mahasiwa Taiwan yang mengikuti poroses test fisik dan test tulis di Larantuka, Sabtu (02/03/2019).

Menurut Eman Lamury program kuliah sambil kerja di Taiwan ini adalah resmi kerja sama Pemkab Flotim dengan STIKOM Bali dan LPK Darma Bali serta penyandang dana dari pihak BRI Cabang Larantuka.  Program ini sebagai implementasi salah satu visi dan misi Bupati Anton Hadjon dan Wakil Bupati Agus Payong Boli untuk Selamatkan Orang Muda Flotim.

“Jadi jangan dibalik bapa ibu, bukan kerja sambil kuliah tapi kuliah sambil kerja. Karena itu bapak ibu jangan terpancing dengan isu di luar yang masih ragu-ragu soal ini. Kalau bapak ibu juga masih ragu, silahkan bertanya kepada kami, baik di kantor maupun di dalam group WA,” tegas Eman Lamury di dampingi Kepala BLK Larantuka, Arifin, dan Humas STIKOM Bali Rahman Sabon Nama.

Lebih jauh Eman Lamury menjelaskan, untuk tahun tahun 2019 ini semua proses dilakukan di Larantuka, yakni medical check up di RSUD Larantuka, kursus Bahasa Mandarin dilaksanakan Larantuka dan proses visa juga anak-anak tetap tinggal di Larantuka, kecuali  pembuatan paspor di Maumere.

Di depan para peserta dan calon mahasiswa, Eman Lamury kemudian menceritrakan  pengalaman dia dan Sekretaris Daerah Pemkab Flotim Paulus Igo Geroba bersama manajemen STIKOM Bali dan LPK Darma bertemu pihak Chienkuo Technology University di Bali dalam rangka meningkatkan kerja sama pengiriman mahasiswa asal Fflores Timur.

“Pihak Chienkuo sendiri siap menerima 80 anak-anak kita, itu di luar perguruan tinggi lain yang sudah bekerja sama dengan STIKOM Bali. Karena itu bapak ibu sekalian jaga baik-baik anak kita ini agar langkah awal ini berjalan mulus, terutama masalah kondisi kesehatan mereka, jangan sampai mereka gugur di medical check up,” kata Eman Lamury.

Humas STIKOM Bali Rahman  Sabon Nama menambahkan, program kuliah sambil kerja di Taiwan ini adalah implementasi dari program Pesiden Taiwan Tsai Ing Wei yakni New Southbound Policy atau Kebijakan Baru ke Seelatan. Salah satunya di bidang pendidikan.

Rahman menjelaskan, saat ini STIKOM Bali menjalin kerja sama dengan 5 universitas di Taiwan. Yakni Taipei University of Marine Technology di Taipei (untuk program study hospitality), National Taiwan Ocean University (IT) di Taipei, Chienkuo Tecnology University (teknik mesin) di Changhua, Mingdao University (agrobisnis) di Mingdoo, dan Wufeng University (IT).

“Hebatnya lagi, mereka ke Taiwan tidak menggunakan visa pelajar atau student visas melainkan visa tinggal atau resident visas. Itu tingkatan visa tertinggi. Dengan visa residen ini, anak-anak kita bisa tinggal di Taiwan dengan status penduduk sementara, bisa kuliah, dan bisa kerja karena setelah di Taiwan baru mereka mendapat izin kerja untuk mahasiwa asing,” terang Rahman Sabon Nam yang datang khusus memantau proses seleksi calon mahasiwa Taiwan asal Flores Timur ini. (rsn/Adv)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment