Palsukan Tanda Tangan dan Tilep Uang Nasabah, Wanita Ini Terancam 15 Tahun Penjara

Ayu Aprilyani Rosalina Banik. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Wanita kelahiran Gianyar, Ayu Aprilyani Rosalina Banik (26) yang diduga memalsukan tanda tangan dan mengembat dana nasabah akhirnya diadili di PN Denpasar.

Akibat perbuatanya, wanita yang tinggal di Lingkungan Pacung, Kelurahan Bitera Kecamatan dan Kabupaten Gianyar ini pun terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) IGN. Widana terungkap, kasus yang membelit terdakwa ini berawal saat terdakwa bekerja di PT. BTPN. Syariah dan bertugas sebagai Pembina Sentra (PS) di Mobile Marketing Syariah (MMS) Abiansemal yang pertanggungjawaban atas beberapa pekerjaan.

Yaitu, melakukan survei, pembiayaan, maintenance nasabah serta melakukan pencairan pembiayaan kepada nasabah. Namun dalam pelaksanaanya, terdakwa sebagai PS, tidak pernah menjalankan fungsinya.

Terdakwa tidak pernah melakukan verifikasi terhadap calon nasabah dengan mencocokan KTP dan KK asli dengan foto copy yang diajukan oleh nasabah dalam formulir pengajuan. Terdakwa dalam dakwaan juga disebut telah memalsukan sebagian tanda tangan nasabah dalam dokumen kelengkapan pengajuan pembiayaan.

“Selain itu, terdakwa juga mengatakan kepada beberapa nasabah bahwa pengajuan pembiayaan tidak disetujui, padahal pengajuan pembiayaan nasabah tersebut disetujui dan uang pencairan sudah diserahkan kepada terdakwa,”sebut jaksa Kejari Badung itu.

Ada pula, beberapa nasabah yang sebenarnya sudah membatalkan pengajuan pembiayaan, tapi oleh terdakwa tetap diproses seolah-olah nasabah tetap mengajukan hingga pengajuan disetujui dan cairkan.

“Setelah itu, terdakwa juga tidak menyerahkan uang setoran dari nasabah ke pihak bank, uang itu oleh terdakwa digunakan untuk keperluan pribadi,”ungkap jaksa.

Perbuatan terdakwa ini terendus saat internal perusahaan melakukan pengecekan adanya tunggakan pembayaran dari beberapa nasabah di MMS Abiansemal dan ditemukan adanya kecurangan (fraund) yang diduga dilakukan oleh terdakwa.

Atas temuan itu, pihak PT. BTPN Syariah akhirnya melakukan pemeriksaan lanjutan dan ditemukan beberapa indikasi kecurangan yang dilakukan oleh terdakwa sehingga perusahaan mengalami kerugian.

Akibat perbuatan terdakwa itu, pihak PT. BTPN Syariah mengalami kerugian mencapai Rp. 206.369.000. Terdakwa oleh jaksa dijerat dengan Pasal 374 KUHP Jo Pasal 1 KUHP.

Terdakwa juga dijerat dengan Pasal 63 ayat (1) huruf a UU Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP atau Pasal 66 ayat (2) huruf a UU Perbankan Syariah Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment