Gara-gara Edarkan Pil Koplo, Gendut Dipenjara Lima Tahun

Muliawan alias Gendut menerima putusan lima tahun penjara dari majelis hakim. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Muliawan alias Gendut yang ketangkap basah menyimpan seribu pil putih berlogo Y alias pil koplo divonis lima tahun penjara.

Majelis hakim PN Denpasar pimpinan I Wayan Kawisada dalam amar putusanya menyatakan sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mia Fida terdakwa terbukti mengedarkan sediaan farmasi tanpa izin.

Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 197 Undang-undang Kesehatan Jo Pasal 106 ayat (1) Undang-undang yang sama.

Namun setelah mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan, majelis menyatakan tidak sependapat dengan lamanya hukuman yang dimohonkan jaksa.

Dimana pada sidang sebelumnya, jaksa Kejari Denpasar itu memohon agar majelis hakim menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama delapan tahun, denda Rp 300 juta subsider empat bulan penjara.

“Menghukum terdakwa Muliawan alias Gendut dengan pidana penjara selama lima tahun, denda Rp. 5 juta subsider empat bulan kurungan,” tegas Hakim Kawisada dalam amar putusanya.

Atas putusan itu terdakwa yang didampingi tim penasehat hukum dari PBH Peradi Denpasar langsung menyatakan menerima.

Dalam amar putusanya, majelis hakim juga membeberkan sejumlah fakta yang terungkap selama persidangan. Diantaranya terdakwa ditangkap pada tanggal 20 Agustus 2018 silam.

Penangkapan terdakwa ini berawal dari adanya laporan masyarakat yang menyebut, ada seorang pria yang biasa dipanggil Gendut (terdakwa) sering menjual atau mengedarkan pil koplo.

Atas laporan itu, langsung dilakukan penangkapan terhadap terdakwa di kosnya, kamar nomor 3 di Jalan Tukad Oos No. 4X, Denpasar Selatan.

Dari penangkapan itu, berhasil diamankan 1000 butir pil warna putih berlogo “Y” yang terdakwa simpan di beberapa tempat di dalam kamarnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium atas barang bukti tersebut, ternyata tidak terdaftar dalam lampiran UU RI. No. 35 tentang Narkotika.

Tapi berdasarkan laporan pengujian dari BPOM, 1000 butir pil warna putih berlogo “Y” tersebut positif mengandung Triheksifenidil yang termasuk dalam golongan obat keras daftar G yang tidak boleh dijual bebas. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment