Jadi Kurir Kokain, Bule dan Kekasihnya Dituntut 8 Tahun Penjara

Terdakwa Brandon Luke Johnsson yang dituntut 8 tahun penjara. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwotk-Bule Australia bernama Brandon Luke Johnsson besama kekasihnya, Remi Purwanti yang ditangkap memiliki 13 paket kokain sebarat 11.06 gram masing-masing dituntut 8 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yuli Peladianti dalam amar tuntutanya yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan I Ketut Kimarsa menyetakan kedua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU Narkotika.

“Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 8 tahun,”sebut jaksa Kejari Denpasar sebagaimana dalam surat tuntutanya yang dibacakan dimuka sidang.

Selain menuntut dengan hukuman penjara, jaksa juga menuntut kedua terdakwa dengan pidana denda Rp 800 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama tiga bulan.

Atas tuntutan itu, kedua terdakwa yang didampingi pengacara Edward Pangkahila dkk., menyatakan mengajukan pembelaan secara tertulis pada sidang pekan depan.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa yang didampingi pengacara Edward Pangkahila dkk., diadili karena kedapatan menyimpan 13 paket kokain sebarat 11,60 gram.

Diberitakan pula, tertangkapnya kedua terdakwa berawal dari ditangkapnya, Bena Livia Magusta (sudah divonis 4 tahun penjara) dengan barang bukti 2,98 gram kokain.

Dari pengakuan Livia, kokain yang yang ditemukan di pembalut wanita yang disimpan disaku celanya itu didapan dari Remi Purwanti.

Atas pengakuan tersebut, selanjutnya pada Sabtu (4/8) pukul 23.00 Wita Polisi bergerak menuju kosnya Remi di Jalan Mataram dan mendapatkan Remi bersama pacarnya Brandon.

Selanjutnya dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti 13 paket isi kokain dengan berat total 11,60 gram. Itu ditemukan di dalam dompet di dalam kardus di lantai kamar kos itu.

Saat itu, Brandon mengakui semua barang bukti itu adalah miliknya. Dan Remi juga mengakui bahwa sempat memberikan empat paket kokain milik Brandon kepada Livia.

Tetapi barangnya itu belum dibayar, dan Livia janji akan membayar Rp12 juta setelah barangnya (kokain) itu sudah laku. Kepada petugas, Brandon mengaku barang haram itu dibeli dari seseorang bernama Made seharga Rp40 juta.

Ia mengaku tidak mengetahui keberadaan Made karena mereka melakukan transaksi di pinggir jalan dan nomor handphonenya sudah tidak aktif lagi.

Setelah membeli kokain dari Made, Brandon kemudian memecahkannya menjadi sejumlah paket – paket kecil untuk dijual dengan harga Rp2,8 juta per paket. Setidaknya jika paket – paket ini diuangkan atau laku terjual totalnya Rp51 juta, diperkirakan keuntungan yang diperoleh mencapai Rp11 juta. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment