Impor 3 Kilo Sabu, Penghuni LP Kerobokan Divonis 12 Tahun Penjara

Terdakwa Soehartono Rachmanto alias Onny yang divonis 12 tahun penjara. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Jika sebelumnya, AA. Gede Rai divonis 12 tahun, kini giliran Soenartono Rachmanto alias Onny yang merupakan satu jaringan juga divonis 12 tahun penjara dalam sidang, Kamis (7/2).

Majelis hakim pimpinan IGN. Partha Bhargawa dalam amar putusnya menyatakan sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewa Narapati yang menyatakan pebuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU Narkotika.

Yaitu pemufakatakan jahat tanpa hak melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menukar, menyerahkan atau menerima Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihin 5 gram.

Setelah mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringakan, majelis hakim menyatakan tidak sependapat dengan lamanya hukuman yang dimohonkan jaksa, yaitu 17 tahun penjara.

Majelis mamangkas hukuman terdakwa dari tuntutan 17 tahun menjadi 12 tahun penjara. “Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 12 tahun,” sebut Hakim Partha Bharawa dalam amar putusnya.

Selain itu, hakim juga menghukum terdakwa untuk membayar denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan penjara. Atas putusan itu, baik terdakwa yang didampingi pengacara Agus Suparman maupun jaksa sama-sama menyatakan pikir-pikir.

Dibeberkan dalam surat dakwaan jaksa, bahwa kejadian berawal pada tanggal 10 April 2018 sekira pukul 21.00 Wita. Saat itu terdakwa dihubungi oleh Bo (DPO) melalui ponsel, untuk diminta mengambil paket kiriman dari Accra (Ghana) Afrika.

Bo menyatakan, bahwa paket itu berisi pakaian wanita dan anak-anak, juga berisi narkotik jenis sabu-sabu. Selanjutnya, terdakwa memerintahkan AA Gede Rai (vonis 12 tahun) melalui ponsel mengambil paketan tersebut.

“Setelah saksi mengambil paket tersebut, ternyata perbuatan terdakwa dan saksi Gede Rai telah tercium terlebih dahulu oleh pihak kepolisian.

Selanjutnya saksi Gede Rai diamankan dan saat dibuka isi paketan dalam koper terdapat dua bungkus serbuk kristal bening sabu-sabu dengan total berat  3,6812 gram atau 3,5 kilogram lebih. Pengakuan saksi barang tersebut milik terdakwa,” ungkap Jaksa.

Pengungkapan ini berdasarkan informasi yang diterima polisi dari petugas Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPUBC) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Petugas KPUBC Bandara Soetta telah menemukan paket ekspedisi UPS Airways Bill yang dikirim dari Accra Ghana, Afrika ke penerima atas nama Made Arie dengan alamat Jalan Gelogor Carik, Denpasar Selatan tidak dilengkapi dokumen resmi. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment