Kepala Irda Flotim: Polemik JTP Sagu, Jauh dari Pangkuan Rasa Syukur

Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Flores Timur Ahmad Betan, SH.M.Si. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Mencermati polemik tentang asas manfaat hadirnya Jembatan Tambatan Perahu  (JTP) di desa Sagu, Kecamatan Adonara, hasil proyek Tahun Anggaran 2017, Kepala Inspektur Daerah Kabupaten Flores Timur Ahmad Betan, SH.M.Si yang dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com di ruang kerjanya,Selasa, 29 Januari 2019 dengan santai berujar. Disebutkan, polemik yang berasal dari tudingan-tudingan tersebut  karena jauhnya pangkuan rasa syukur itu akan kehadiran JTP itu.

“Saya selalu bilang di setiap kesempatan, setiap gagasan baru tersebut tidak secara otomatis berada pada pangkuan  rasa syukur semua pihak. Dia memulainya dengan tudingan, orang mulai menuding macam-macam seperti yang kini dipolemikkan ini. Saya selalu melihatnya dari sisi positipnya, Sehingga tudingan-tudingan itu karena memang mereka tidak bersyukur atas kehadiran JTP  itu,” ucap Ahmad Betan penuh santai.

Terkait asas manfaatnya, Kepala Irda Flotim tersebut menjelaskan  bahwa dalam kenyataannya belum termanfaatkan secara maksimal itu benar, tapi fakta menunjukKan bahwa JTP tersebut dimanfaatkan.

“Bahwa orang belum manfaatkan secara maksimal sih iya. Tapi fakta menunjukkan bahwa JTP itu dimanfaatkan. Saya lebih suka mengatakan bahwa kalau target kita 200 itu maksimal pemanfaatannya, tapi faktanya  kita baru mencapai 50, itu berarti manfaatnya belum maksimal, tetapi  JTP itu dimanfaatkan. Tinggal bagaimana cara kita memandang soal  itu di sana. Simpel saja, dari pada kita harus buang-buang energi dan waktu untuk mempolemikkan itu, sebaiknya kita lengkapi saja sarana itu agar manfaat  yang diharapkan itu dapat dinikmati secara maksimal. Sebut saja, surutnya (air pasang-red) jauh dan volumenya masih pendek, tinggal tambah saja, simple saja.” tandas Ahamd Betan sembari menambahkan bila ada aspek pelanggaran hukum yang harus diselidiki, serahkan saja ke pihak penegak hukum karena memang  itu tugas mereka. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment