Bambang Ekaputra Gantikan Amin Ismanto Pimpin PN Denpasar

Bambang Ekaputra. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Bambang Ekaputra yang selama ini menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri (Waka PN) Denpasar, Rabu (23/1) resmi menjabat Ketua PN (KPN) Denpasar.

Bambang menggantikan posisi Amin Ismanto yang promosi jadi KPN Jakarta Utara. Acara serah terima jabatan digelar di halaman PN Denpasar, Rabu (23/1).

Ditemui usai acara serah terima jabatan, Bambang mengatakan, sebagai KPN, tuntu saja sejumlah terobosan baru akan dilakukan. Salah satunya lebih meningkatkan kenyamanan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.

Selain itu, dikatakan Bambang, pihaknya juga akan lebih mengintensifkan kerja sama antar instansi, seperti dengan Kejaksaan, Kepolisian dan juga tentunya di internal PN Denpasar.

“Kita akan upayakan dan meningkatkan sinergisitas dengan yang lain supaya hambatan-hambatan yang kalaupun ada sebelumnya bisa kita atasi bersama,” ucapnya di hadapan wartawan.

Hal ini, kata dia, dilakukan agar program-program yang sudah dibuat oleh Kepolisian, Kejaksaan dan tentunya Pengadilan bisa menyatu yang tujuannya untuk kepentingan Bali.

Ditanya soal program terdekat, Bambang mengatakan akan fokus pada peningkatan pelayanan, seperti dilakukannya peningkatan fasilitas pelayanan dan memperbaiki fasiltas pelayanan yang sudah ada.

“Karena sistem kita sudah lebih fokus pada teknologi infomasi, jadi mungkin akan ada beberapa aplikasi baru yang kami tambahkan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat pencari keadilan,” tegasnya.

Sementara disingung soal jadwal persidangan, terutama sidang perkara pidana yang belakangan ini sedikit mengalami kendala soal waktu, Bambang menjawab, sebenarnya sudah ada pembagian waktu untuk sidang perkara perdata dan perkara pidana.

Sidang perdata digelar pagi hari hingga pukul 13.00 Wita dan sidang pidana mulai pukul 13.00 Wita sampai selesai.

Tapi, kata Bambang lagi, karena volume perkara yang masuk di PN Denpasar cukup banyak, pihaknya pun mengakui masih ada sidang pidana yang digelar hingga larut malam.

“Volume perkara yang masuk cukup banyak ya, tiap tahunnya itu untuk perkara pidana ada 1300, perdata juga sekitar 1300, perkara permohonan sekitar 1.200-an, belum lagi ditambah perkara anak, tipikor dan PHI,” ungkapnya.

Hal ini, kata Bambang, ditambah lagi dengan jumlah hakim yang tidak sebanding dengan jumlah perkara yang masuk ke PN Denpasar.

“Hakim yang ada di PN Denpasar saat ini hanya 15 orang, jadi kalau dibanding dengan perkara yang masuk, sangat kurang ya. Idealnya di PN Denpasar ini ada 20 hakim,” tuturnya.

Namun demikian, untuk masalah waktu persidangan khususnya perkara pidana, pihaknya akan tetap melakukan koordinasi dengan pihak terkait, seperti Kepolisian, dan juga tentunya Kejaksaan.

“Memang di mana-mana perkara pidana diutamakan lebih cepat proses penyelesainnya, jadi kami berharap jangan ada lagi unsur kesengajaan untuk memperlambat jalannya persidangan,” pungkasnya. (pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment