Mantan Bendahara Dinkes Flotim Dipecat dari ASN

Mantan Bendahara Dinkes FLores Timur, Wily Wato Kolla. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Mantan Bendahara Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur, Wily Wato Kolla yang tersandung kasus pidana korupsi hasil temuan  tim penyidik Reskrim Polres Flotim ketika melakukan penyelidikan atas laporan pembobolan dua brankas milik Dinas Kesehatan Flotim kini telah dipecat dari keberadaannya sebagai seorang aparatur sipil negara. Wily dipecat dengan SK Bupati Flores Timur bernomor BKPP.862/206/PD/2018 tertanggal 28 Desember 2018.

Informasi yang dihimpun di lingkaran Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Flores Timur, Senin, 14 Januari 2019, surat yang berperihalkan pemberhentian karena melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan tersebut telah pula diserahkan ke Dinas Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Flotim, dr. Ogie Silimalar pun membenarkan kenyataan pemberhentian Wily Wato Kolla tersebut. Kepada balinewsnetwork.com yang melakukan konfirmasi melalui saluran WhatsApp, dokter Ogie mengungkapkan, sejak 1 Januari 2019, Willy  tidak tercatat lagi sebagai staf dinkes.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, perkara pidana korupsi dengan tersangka tunggal Wily Wato Kolla ini hasil pengembangan penyelidikan tim Reskrim Polres Flotim atas kasus pembobolan dua brankas tersebut berakhir pada vonis majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa, 9 Januari 2018, yang menjatuhkan hukuman penjara 1 tahun 10 bulan lebih rendah dari tunjutan JPU, 2 tahun 6 bulan.

Majelis hakim yang beranggotakan Fransiska Paula Nino, Gustaf Marpaung dan Ali Muhtaron pun mengamini tuntutan JPU Alboin M. Blegur dan Faizal Karim soal pengembalian kerugian negara sebsar Rp 124.156.196 dalam kurun waktu 1 bulan  setelah putusan dijatuhkan. Namun soal sanksi apabila hal tersebut tidak dilakukan terdakwa yang oleh JPU diganti dengan pidana penjara 1 tahun 3 bulan, majelis hakim meringakannya dengan pidana penjara 6 bulan. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment