Menjemput Purna Tugas, Camat Larantuka  Maksimalkan Pekarangan Rumah, Depan Buah Naga-Belakang  Ternak

Camat Larantuka, Yosep Tua Dollu, SP sedang mengurus tanaman buah Naganya. Foto: BNN/Eman Niron, Jumat, (11/1).

Larantuka/BaliNewsNetwork-Menyambut tiba waktunya pensiun (Pebruari 2020), Camat Larantuka, Yosep Tua Dollu, SP memaksimalkan pekarangan rumahnya dengan menanam sejumlah tanaman produktif ekonomis. Di atas lahan berukuran 42 x 13 meter pada halaman depan rumahnya, mantan camat Ile Bura tersebut kini menikmati panenan buah naga tahun ketiga. Tak cuma buah naga, penghasilan tambahan pun didapatkannya dari tanaman Terung dan Lombok.Sedangkan di halaman belakang rumah, bersama istrinya Maria Helena Dasanto, Yosep Tua Dollu  memaksimalkannya dengan usaha ternak babi, ayam kampung, dan ikan Lele Jumbo.

“Apa yang saya lakukan ini bertujuan untuk mempersiapkan masa purna tugas saya sebagai aparat sipil negara. Tahun depan, pada bulan Pebruari 2010, saya akan pensiun. Dan saya akan melanjutkan apa yang sudah ada ini dengan hati riang. Dan sebagai Camat Larantuka, usaha memaksimalkan halaman rumah dengan tanaman bernilai ekonomis seperti buah naga, terung dan lombok, serta akan diikuti dengan Pepaya California, dan usaha ternak, bertujuan untuk memotivasi warganya untuk juga bisa memaksimalkan pekarangan rumah, walau ukurannya kecil,” urainya kepada balinewsnetwork.com di kediamnnya, Jumat, 11 Januari 2019, sembari meriwayatkan kisah memaksimalkan halaman depan rumahnya dengan tanaman buah naga yang dirintisnya pada April 2015 tersebut.

Mengawalinya dengan 320 stek  bibit tanaman buah naga yang dibawanya dari Batam sewaktu menjalankan tugas dinasnya (2015),Yosep Tua Dollu lalu melakukan pembibitan sembari menyiapkan media tanam. Basic pertanian yang selalu ada dalam otaknya lalu dituangkan di atas lahan 42 x 13 meter itu.Formula lubang tanam dan medium tanah berhumus hasil racikannya serta medium panjat dan jarak tanam,disiapkan dengan sempurna  sembari menanti tunas baru di polybag pembibitan. Alhasil  di atas lahan 13 x 42 meter tersebut, dirinya berhasil menanam  240 pohon buah naga yang terbagi dalam 4 baris dengan setiap baris ada 15 pilar. Total pilar ada 60.

Dari ketekunan dirinya serta kerja bersama antara dirinya dan istrinya Maria Helena Dasanto,memanfaatkan waktu luang usai keduanya menjalankan rutinitas di kantornya masing-masing,tanaman buah naga, terung dan lombok yang berjejer rapih pada halaman depan rumah mereka pun memanen rupiah di tahun ketiga. Panenan uang pun datang dari halaman belakang yang disumbangkan oleh ‘warga’ kandang, baik babi maupun ayam kampung

Sukses sampingan itu pun dibagikan kedua pasutri kepada sesamanya yang menjual hasil pekarangan rumah mereka itu. “Hidup itu harus membawa berkat bagi sesama,” demikianlah Yosep Tua Dollu dan Maria Helena Dasanto membuka tabir pedoman hidup yang selalu ditularkan kepada ketiga putranya. Dari pekarangan rumah, Yosep Tua Dollu menyiapkan masa purnah tugasnya dan membawa berkat bagi sesama. Sampoerna! (Eman Niron)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment