IMB Belum Selesai, Puluhan Warga Tropic Residence Datangi Pengembang

Warga perumahan tropical residence mempertanyakan IMB yang dari tahun 2013 sampai saat ini belum juga mereka kantongi. Foto: BNN/pro.

Badung/BaliNewsNetwork-Puluhan penghuni perumahan Taman Griya di Jembaran mendadak mendatangi kantor Tropical Group.

Mereka datang untuk mempertanyakan terkait IMB (Izin Mendirikan Bangunan) rumah yang dihuni sejak tahun 2013 ini.

Selain itu, warga juga kesal karena tidak jelasnya nasib fasum (fasilitas umum) dan fasos (fasilitas sosial) di perumahan yang berpenghuni 102 warga itu.

Wayan Mudita, salah satu penghuni di perumahan tersebut, bahkan menuding pihak pengembang tidak memiliki niat baik untuk mengurus IMB.

“Masalahnya, dari tahun 2013 IMB belum jadi, sehingga kami menduga pengembang tidak memiliki etikat baik untuk mengurus IMB,” sebut Mudita, yang juga seorang pengacara itu.

Mudita mengatakan, pihaknya sejatinya tidak mau tahun masalah yang dialami pihak pengembang terkait belum tuntasnya IMB tersebut.

Tapi karena sudah cukup lama IMB belum jadi, maka pihaknya pun mau tidak mau harus mencari tahu akar persoalnya.

“Tidak penting sebenarnya bagi kami mempertanyakan kenapa IMB tidak juga kelar. Bagi kami, kami beli rumah, IMB seharusnya sudah ada,” tandasnya.

Mudita juga minta kejelasan fasos dan fasum segera dituntaskan. “Kami tidak mengancam, tapi kalau sampai fasilitas untuk penghuni yang luasnya sekitar 25 are itu tak ada, kita akan tempuh jalur hukum. Fasilitas bagi warga itu sangat penting,” jelas nya dengan nada tinggi.

Sementara Edison, Ketua Perumahan Tropical Residence yang ditemui di kantor Tropical Group, Jumat (11/1) menuding jika sebagian fasos bahkan telah dialihfungsikan.

Menurut Edison, kecurigaan warga atas menyusutnya fasos setelah berdirinya vila di tanah lapangan yang awalnya dijadikan fasos. Warga juga curiga karena bertambahnya rumah di dalam komplek tersebut.

“Awalnya rumah yang kami catat 102 unit. Namun belakangan ada 125 unit. Ada dugaan penambahan itu karena beralihnya fasilitas tersebut,” tambah Edison. Dijelaskan dari 102 rumah yang ia catat, sebagian besar belum memiliki IMB. “Baru 28 yang ada IMB-nya,” ujarnya.

Sementara perwakilan pengembang Putu Suastama selaku legal mengatakan sesuai hasil pertemuan itu, pihaknya akan segera menindaklanjutinya. “Kita akan membahasnya lagi pada 26 Januari nanti,” ujar Suastama singkat.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, terungkap kelambatan penyelesaian IMB salah satunya karena adanya pergantian konsultan sehingga terjadi wanprestasi.

Di sisi lain penghuni perumahan mengaku sangsi dengan itikad pengembang mengurus IMB. Sebab selama ini warga hanya diberi janji, namun tak ada progres.

“Ini karena kita yang mendesak digelarnya pertemuan,” jelas warga. Warga perumahan juga minta paling lambat tahun 2019 ini, masalah di perumahan itu bisa diselesaikan. (pro)

 

Editor: Rahman Sabun Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment