Demi Selamatkan Pasien Partus, Bidan Watohari dan Ketua BPD Dorong Pick Up

Bidan Titin Sumarni (pertama dari kiri) bersama tim desa siaga lainnya mendorong kendaraan yang ditumpangi ibu hamil (pasien partus) karena tertanam pada jalan berlumpur. Foto: BNN/doc. Hmdn/Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork-Demi selamatkan pasien yang hendak partus, tim desa siaga, Desa Watohari, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur harus berkaki lumpur dan mendorong kendaraan yang ditumpangi mereka untuk keluar dari belitan lumpur.

‘Hadiah” tanah tumpang oleh banjir yang memenuhi ruas jalan desa Menanga-Liwo-Watohari, Kecamatan Solor Timur (Flores Timur) akibat tingginya intensitas hujan di penghujung 2018 dan awal  2019 mendatangkan penderitaan bagi para pengguna jalan tersebut. Sebagaimana yang dialami Titin Sumarni, bidan Poskesdes Watohari bersama kader posyandu Amina Ola dan Hamdani Zakari, Ketua BPD Watohari belum lama ini dalam perjalanan menghantar pasien yang hendak partus ke Puskesmas Menanga.

Gerak tangkas sang sopir pick up, Samir Subang yang melajuhkan kendaraannya sejak meninggalkan kediaman pasangan Nasrun Kopong dan Nasira Hasan (ibu hamil) di desa Watohari pada pukul 02.30 Wita, di tanggal 29 Desember 2018, mendadak terhalang oleh timbunan lumpur panjang yang menutupi jalan alternatif tempat dimana sebelumnya jembatan penghubung Desa Menanga dan Liwo itu ambruk. Ban depan pick up tersebut tertanam dan sulit digerakkan, walau Samir tancap gas!

“Karena kondisi itu, maka terpaksa semua kami turun dan membantu mendorong mobil itu. Dua jam lebih kami harus bergulat dengan kondisi tersebut. Termasuk ibu hamil dan mamanya  Juhrio Nino, pun turun dan berjalan kaki menyusuri jalan berlumpur tebal itu. Dua kali kami turun (lokasi berbeda) untuk mendorong kendaraan tersebut. Sangat sengsara! Sudah tertanam, tempat itu pun tidak terjangkau sinyal telkomsel, sehingga kami tidak bisa meminta bantuan ambulance dari puskesmas Menanga. Akibat terhalang oleh kondisi tersebut, kami baru tiba di puskesmas Menanga pada pukul 05.45 pagi,” tutur Ketua BPD Watohari, Hamdani Zakari kepada Balinewsnetwork.com, Kamis 10 Januari 2019.

Hamdani pun berharap agar Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui OPD teknis untuk  segera memperbaiki kerusakan jembatan tersebut agar lalulintas  dari  desa Menanga ke Liwo dan Watohari dan sebaliknnya, berjalan normal kembali. Selain membereskan jembatan yang ambruk tersebut, ruas jalan sepanjang Menanga-Liwo harus pula dibuatkan parit atau tanggul penahan bahu jalan agar tidak bermandi lumpur sebagaimana tradisi klasik di musim hujan. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment