Simpan Sabu dalam Dompet,  Tukang Tambal Ban Terancam 12 Tahun Penjara

Khoiri alias Kancil saat mendengarkan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Pria 35 tahun yang berprofesi sebagai tukang tambal ban, Khoiri alias Kancil tidak bisa berkutik saat dihadirkan sebagai terdakwa di PN Denpasar, Rabu (9/1).

Prai yang tinggal diseputaran Jalan By Pass Ngurah Rai ini diseret ke Pengadilan karena diduga menyiman narkoba jenis sabu-sabu sebarat 0.10 gram.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewa Narapati dalam dakwaanya yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi menjerat terdakwa dengan dua Pasal berlapis.

Yaitu Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika pada dakwaan kesatu dan Pasal 172 ayat (1) huruf a UU yang sama pada dakwaan kedua.

Dengan jeratan Pasal tersebut, maka terdakwa yang tidak tamat SD (sekolah dasar) itu pun terancam hukuman penjara maksimal 12 tahun serta denda Rp800 juta.

Dalam dakwaan diterangkan, terdakwa ditangkap setelah pihak Kepolisian mendapat informasi dari mayarakat yang menyebut orang yang bernama kancil yang bekerja sebagai tukang tambal ban sering mengedarkan narkoba.

Atas laporan itu langsung dilakukan penyelidikan yang berujung pada penangkapan terdakwa tanggal 10 Agustus 2018 silam sekira pukul 17.30 Wita di bengkel tambal ban milik tedakwa.

“Saat itu langsung dilakukan penggeledahan pada diri terdakwa,” ungkap jaksa Kejari Denpasar itu. Hasilnya, polisi menemukan satu plastik klip berisikan sabu sebarat 0,10 gram yang disimpan didalam dompet terdakwa.

Kepada polisi terdakwa mengaku mendapatkan sabu dari Bernard (terdakwa dalam berkas terpisah). (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment