Diperiksa Sebagai Terdakwa, Bule Ini Ngaku Disiksa Oknum Petugas Imigrasi

Auj-E Taqaddas mengaku disiksa oleh oknum petugas Imigrasi. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Sebelum dituntut hukuman 1 tahun penjara, bule asal Inggris, Auj-E Taqaddas mengaku disiksa oleh petugas Imigrasi.

Hal ini terungkap saat terdakwa memberi keterangan dimuka sidang pimpin Hakim Esthar Oktavi. Terdakwa mengungkap, sejatinya dia sudah mengetahui izin tinggalnya di Indonesia sudah lewat batas.

Bahkan dia mengatakan, sudah membawa uang untuk membayar denda atas kealpaanya itu. Tapi tanpa disangka, pelanggaran izin tinggal terdakwa ternyata sudah lebih dari dua bulan.

Artinya, dengan membayar denda saja tidak cukup, karena pihak Imigrasi harus membuat berita acara atas pelanggaran itu. Namun dimuka sidang terdakwa mengaku tidak mendapat penjelasan dari petugas Imigrasi.

Malahan terdakwa mengatakan disiksa oleh oknum petugas Imigrasi di Jimbaran. “Saya disiksa dan ditertawai oleh petugas Imigrasi,” ujar terdakwa melalui penterjemahnya.

Atas pengakuan itu, Hakim Esthar menyarankan agar terdakwa melaporkan ke polisi. “Kalau memang terdakwa disiksa, silahkan laporkan ke polisi. Hukum di Indonesia membolehkan itu,” terang Hakim.

Selain itu, terdakwa juga mengungkap jika, video yang memperlihatkan terdakwa menampar petugas Imigrasi itu juga sudah diedit.

“Mungkin kalau bisa mari kita sama-sama diperlihatkan rekaman video itu secara utuh yang belum diedit,”pinta terdakwa.

Selain itu, terdakwa juga kembali mengatakan bahwa, petugas Imigrasi bernama Ardyansyah pantas ditampar.

“Terdakwa mengakui menampar korban,” tanya Hakim yang lagi-lagi dijawab bila korban memang pantas ditampar.

Pun saat jaksa menanyakan apakah di negara terdakwa diperbolehkan orang yang dalam keadaan emosi menampar petugas, yang dijawab terdakwa bahwa korban memang pantas untuk ditampar.

Diakhir pemeriksaanya, terdakwa sempat memberikan secarik kertas yang berisikan keluhan terdakwa atas pelakukan petugas Imigrasi.

Karena ini tulisan itu sama persis dengan keterangan terdakwa, majelis hakim pun meminta terdakwa untuk melapirkan saat pengajuan pembelaan. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment