Bule Inggris Penampar Petugas Imigrasi Dituntut 1 Tahun Penjara

Auj-E Taqaddas hanya bisa diam saat dituntut 1 tahun penjara. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Bule asal Inggris, Auj-E Taqadda yang menampar petugas Imigrasi Bandara Ngurah Rai bernama Ardyansyah, Senin (7/1) dituntut hukuman 1 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Nyoman Triarti Kurniawan dalam amar tuntutanya menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaiaman dimaksud dalam Pasal 212 KUHP.

Yaitu melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang menurut kewajiban undang-undang atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya.

“Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa Auj-E Taqaddas dengan pidana penjara selama 1 tahun,” sebut jaksa Kejari Badung itu dihadapan majelis hakim pimpin Esthar Oktavi.

Atas tuntutan itu, terdakwa yang tidak didampingi penasehat hukum itu sejatinya ingin langsung mengajukan pembelaan.

Namun oleh majelis hakim disarankan untuk mengajukan pembelaan, baik secara tertulis maupun lisan pada sidang minggu depan.

Mendengar itu, terdakwa yang sebanarnya tidak terima hanya bisa diam. Bahkan usai sidang, dengan wajah kesal, terdakwa meminta kepada jaksa untuk segara memesankan taksi.

Sebagaimana dalam dakwaan jaksa yang dibacakan terungkap, terdakwa adili karena menampar petugas Imigrasi. Kenjadian ini terjadi pada tanggal 28 Juli 2018 di raung pemeriksaan Imigrasi, Bandara Ngurah Rai.

Kasus ini berawal saat terdakwa Auj-E Taqaddas akan terbang ke Singapura. Saat dilakukan pemeriksaan dokumen oleh petugas Imigrasi, diketahui bahwa terdakwa telah overstay (melebihi izin tinggal) selama 3 bulan.

Atas temuan itu, petugas bernama Bima membawa terdakwa ke ruang pemeriksaan. Sampai di ruang pemeriksaan, rekan Bima, yaitu Andhika Rahmad Santoso mengambil paspor terdakwa.

Saat itu terdakwa sudah dalam keadaan emosi. Kemudian saksi Andhika menyerahkan Paspor terdakwa kepada Ardyansyah. Saksi Ardyansyah menjelaskan kepada terdakwa bahawa terdakwa tidak bisa berangkat karena harus menjalani pemeriksaan.

Mengetahui itu, terdakwa marah-marah dan memaki hingga mengeluarkan kata-kata kotor. Terdakwa juga berusaha merampas paspor yang dipegang oleh Ardyansyah, tapi tidak berhasil.

Karena tidak berhasil marampas paspornya, terdakwa menampar pipi kiri Ardyansyah. Tak hanya itu, terdakwa juga berusaha mengambil router wifi dan mengarahkan kearah Ardyansyah, namun bisa dihalangi.

Saksi Ardyansyah sendiri, saat ditampar sedang menjalankan tugas dan menjabat sebagai Assitant Supervisor pada unit A Imigrasi Ngurah Rai. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment