Mudita : Majelis Hakim Tak Punya Keberanian Bebaskan Ismaya dkk.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Meski menyatakan menerima atas vonis 5 bulan penjara yang dijatuhkan majelis hakim PN Denpasar pimpinan Bambang Eka Putra, namun tim kuasa hukum I Ketut Putra Ismaya Jaya dkk., seperti masih belum terima.

Wayan Mudita, salah satu kuasa hukum Ismaya kepada wartawan mengatakan, meski pihaknya menerima putusan hakim, namun pertimbangan majelis dalam amar putusnya sejatinya masih bisa diuji.

Tak hanya itu, Mudita bahkan menilai petimbangan hakim yang termuat dalam amar putusnya hanya copy paste dari surat tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Lovi Pusnawan.

“Yang beda dalam putusan dengan tuntutan hanya lamanya hukuman saja, selebihnya saya lihat hanya copy paste dari surat tuntutan,”ungkap Mudita.

Mudita juga menilai, jika majelis hakim pimpinan Bambang Eka Putra ini tidak memiliki keberanian untuk membebaskan Ismaya dkk.

“Padahal fakta yang terungkap dalam persidangan, saksi korban sudah mencabut keterangan yang menyatakan dirinya ditendang dan tidak ada perasaan takut. Dengan demikian kami menilai bahwa majelis hakim tidak punya keberanian untuk membebaskan Ismaya,”tegas Mudita.

Meski demikian, kata Mudita, Ismaya dan dua rekanya, I Ketut Sutama dan I Gusti Ngurah Endrajaya menerima putusan hakim tersebut.

“Dalam persidangan Pak Ismaya langsung menerima putusan hakim,”tegasnya.

Kata Mudita, sebagai kuasa hukum pihaknya tidak bisa berbuat melebihi apa kemauan klienya.”Sebenarnya putusan hakim ini masih layak untuk kita uji,”pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, I Ketut Putra Ismaya Jaya, yang merupakan calon anggta DPD bersama dua rekannya divonis 5 bulan penjara dalam sidang, Jumat (28/12).

Majelis hakim PN Denpasar pimpinan Bambang Eka Putra yang juga Wakil Ketua PN Denpasar itu dalam amar putusanya menyatakan sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Lovi Pusnawan dkk.

Yaitu menyatakan ketiga terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, melawan pejabat negara.(pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment