Minimnya Curah Hujan di Penghujung Desember,Tiga Kecamatan di Flotim Berpeluang Puso

Kondisi tanaman jagung milik petani,kecamatan Larantuka,layu sementara.Foto :BNN/doc.AWS.

Larantuka/BaliNewsNetwork.com-menurunnya intensitas hujan di beberapa wilayah kabupaten Flores Timur  akhir-akhir ini berpotensi puso.Tanaman pertanian seperti padi dan jagung sebagaimana yang terlihat di sebagian kecamatan Ilemandiri,sebagian Adonara Barat (pantai) dan sebagian kecamatan Larantuka,telah dalam kondisi layu sementara.Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur dalam pemetaannya menyebutkan potensi puso akan terjadi di tiga kecamatan itu apabila selama sepekan ke depan,tidak turun hujan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur,Ir.Anton Wukak Sogen yang dikonfirmasi BaliNewsNetwork.com di ruang kerjanya baru-baru ini  mengaku kondisi ini memacu pihaknya untuk ekstra melakukan pemantauan lapangan.Kepada setiap staf pertanian dan penyuluh di lapangan diharapkannya untuk selalu melaporkan perkembangan curah hujan disetiap wilayah.

Kadis Pertanian Flotim
Ir.Anton Wukak Sogen

“Berdasarkan hasil koordinasi saya dengan pihak BMKG,akibat siklon di Australia bagian utara dan selatan,menyebabkan terjadi pergeseran awan dari wilayah kita ke Australia.Hal itulah yang menyebabkan berkurangnya curah hujan pada beberapa wilayah termasuk di 3 kecamatan di Flores Timur,seperti sebagian Larantuka,sebagian Ilemandiri dan sebagian Adonara Barat.Kondisi itu menyebabkan tanaman petani  seperti padi dan jagung  di tiga kecamatan tersebut  layu sementara.Apabila dalam satu minggu ini atau dua minggu ini tidak turun hujan  di ketiga kecamatan itu maka sudah bisa dipastikan puso.”jelas Anton Wukak Sogen sambil melakukan kontak dengan petugas lapangan untuk mendapatkan kabar terkini tentang curah hujan dan kondisi tanaman pertanian para petani.

Tidak saja mendapatkan laporan staf lapangannya,Kadis Anton bahkan menerjunkan staf Dinas  ke lapangan.Dirinya bahkan turun langsung mengelilingi semua kecamatan,memantau langsung kondisi tanaman pertanian para petani.(Emnir).

Editor :Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment