Pacar Kabur, Diselamatkan Angel Hearts, Murni Bawa Anak Pulang ke Alor

Acara perpisahan sederhana melepas Murni Alfarida Waang (dua dari kiri) dan putrinya Cantika (tidak tampak dalam foto) digelar founder Yayasan Angel Hearts  Linda Anugerah (dua dari kanan) dan suaminya (paling kanan) di Renon, Jumat (21/12/18) malam, dihadiri juga Ketua Komunitas Jurnalis Flobamora Bali Rahman Sabon Nama (tengah) yang diundang sebagai saksi acara ini. BNN/ist

Denpasar/BaliNewsNetwork-Murni Alfarida Waang (24) akhirnya bebesar hati dan sudah siap mental kembali ke kampung halamannya di Desa Kaera, Kecamatan Pantar Timur, Kabupaten Alor, NTT setelah 10 bulan menghuni rumah Yayasan Angle Heart, Bali. Sabtu (22/12/18) besok, Murni dan putrinya, Cantika yang kini berusaia 10 bulan, terbang ke Kupag lalu meneruskan perjalanan ke Alor untuk berkumpul kembali dengan kedua orangtua dan keluarga besarnya.

Siapakah Murni? Masih ingat kisah dua wanita muda asal NTT yang hamil di luar nikah dan ditelantarkan pacar? Klik saja Bali News Network, 22 Februari 2018: http://balinewsnetwork.com/2018/02/22/pacar-kabur-dua-wanita-ntt-melahirkan-anak-lalu-diselamatkan-angle-heart/

Salah satu wanita malang itu adalah Melati, yang tak lain adalah Murni  Alfarida Waang (kali ini dia tak mau menyembunyikan identitasnya lagi-red). Dia mengaku sudah siap mental menerima kondisi yang dialami saat ini, melahirkan anak tanpa ada tanggung jawab pacarnya, Ela, seorang pemuda asal Kupang, yang dikenalnya di Nusa Dua, Bali. Dia juga siap membesarkan anaknya ini seorang diri.

Ditemui di sela acara perpisahan yang digelar founder Yayasan Angel Hearts, Linda Yupita atau akrab dipanggil Linda Anugerah, Murni mengaku sangat berterima kasih kepada Ibu Linda dan suaminya serta anak-anak mereka.

“Ibu Linda dan anak-anaknya mengurus saya dan anak saya dari awal hingga saat ini,  membelikan tiket kami pulang dan dikasih uang saku lagi,” kata Murni terbata-bata menahan tangis, mengingat kebaikan Yayasan Angel Hearts selama ini.

Dia melanjutkan, pertama datang di yayasan ini, dia merasa  ketakukan karena takut ditolak. “Soalnya anak saya lahir prematur, saya tak punya uang,” ujarnya. “Namun setelah bertemu Ibu Linda, saya merasa yakin, saya dan bayi saya bisa diselamatkan,” lanjutnya, masih terbata-bata.

Menurut Murni, kedua orangtuanya di Alor sudah siap menerima kedatangan dia dan putrinya, Cantika. Bahkan di Kupang nanti ada keluarga yang menjemput, begitu juga di Alor nanti. “Kelurga saya sudah ikhlas,” ucapnya.

Hal senada disampaikan  Linda Anugerah. Dia mengatakan sudah mengontak keluarga Murni di Alor. “Awalnya mereka berencana datang menjemput Murni dan Cantika, tapi akhirnya batal. Mungkin karena kesulitan transportasi kali ya. Makanya saya putuskan untuk membelikan tiket mereka dan  siapkan uang bekal secukupnya, yang penting mereka bisa sampai di Alor dengan aman,” kata Linda.

Pada kesempatan itu, Ketua Komunitas Jurnalis Flobamora Bali Rahman Sabon Nama juga mengucapkan terima kasih kepada Linda Anugerah dan keluarga dan Yayasan Angel Hearts yang telah menampung dua warga NTT yang bernasib malang ini. “Atas nama Flobamora Bali dan pribadi saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Lindadan keluarga yang telah menampung warga kami  bernasib malang ini. Saya memang merasa berkepentingan hadir malam ini karena pertama kali meraka datang di sini juga ibu telepon saya  makanya saya mau hadir untuk memastikan bahwa mereka mau pulang dan aman,” sebut Rahman Sabon Nama yang juga Humas STIKOM Bali ini.

Selain Murni, satu lagi warga Flobamora Bali sebut saja Bunga, asal  Sumba Barat juga masih menghuni rumah Yayasan Angel Hearts. Bunga ditipu pria asal Batak, yang tak lain adalah  pacar yang telah menghamilinya.  Menurut Linda Anugerah,  karena orangtua Bunga tinggal  di Bali sehingga lebih mudah mengembalikan Bunga dan anaknya ke keluarga sepanjang pihak keluarga siap menerima kehadiran mereka.

Sekedar diketahui, Yayasan Angel Hearts yang kini beralamat di Jl. Tukad Badung XVII No. 21 Renon ini secara resmi berdiri pada tahun 2015. Yayasan Angel Hearts  ini kini menampung enam perempuan yang memiliki anak di luar nikah, serta 26 anak lagi yang tanpa ada kedua orang tua di samping mereka. Ke-26 anak ini,  ada yang salah satu orangtuanya sudah meninggal, ada orangtuanya  tapi malu dengan keluarga dan lingkungan sehingga dititipkan di sini,” terang Linda. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment