Ban Melenceng dari Runway Bandara Gewayan Tanah, Sayap Pesawat Patah dan Terbakar

Pesawat Ilman, ATR72 Seri 600 yang terbakar, akibat ban pesawat melenceng ke kiri runway saat landing, Kamis (20/12). Foto: BNN/Eman Niron.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Tak terduga sebelumnya,pesawat Ilman  jenis ATR 72 seri 600 yang sedang melakukan proses landing di landasan pacu bandar udara Gewayan Tana,Kamis,20 Desember 2018 pukul 08.00 Wita sontak  melenceng ke kiri dari runway  sehingga  miring dan menyebabkan sayap pesawat dengan 40 penumpang  penerbangan Kupang-Larantuka tersebut  patah yang langsung diikuti kobaran api yang secepat kilat membesar.

Pasukan komite keselamatan penerbangan pun bergerak cepat. Regu pertolongan keselamatan pesawat dan pemadam kebakaran langsung mendekatkan mobil pemadam kebakaran dan menyemprotkan air ke arah tubuh pesawat Ilman yang sedang dijilat api itu. Terlihat dari balik asap hitam yang mengepul tersebut, sebagian besar penumpang berhamburan keluar dibantu oleh crew pesawat. Semua mereka panik  penuh ketakutan berhamburan berusaha untuk menyelamatkan diri.

Aneka teriakan histeris dan lengkingan tangisan pun terdengar riuh baik dari para penumpang mapun para penjemput. Beberapa penjemput langsung mendobrak pintu masuk untuk mengetahui keadaan keluarganya. Walau diarahkan anggota komite keselamatan pesawat lainnya yang berjaga dipintu masuk untuk tetap tenang, toh mereka dengan beringas berusaha menerobos masuk sambil menyebutkan identitas penumpang yang hendak mereka jemput. Keributan  pun tak terhindarkan.

Dalam kepanikan dan marah terhadap ketenangan yang diperlihatkan petugas bandara Gewayan Tana itu, para penjemput dan warga Watowiti  yang memadati pagar di areal pintu masuk kawasan bandara tetap memandang ke arah pergerakan tim medis dan aparat keamanan yang menggotong dan membopong beberapa penumpang ke mobil ambulance yang sedang siaga itu. Beberapa diantara penjemput yang belum menjumpai anggota keluarganya langsung menerobos masuk ke areal chek in. Di ruangan itu mereka pun tetap diarahkan  petugas untuk tetap tenang sambil meminta identitas penumpang yang hendak mereka jemput, lagi-lagi perdebatan bercampur resah dan panik  terjadi lagi.

Kepala Bandara Gewayan Tana,M.Saiful Suhri

Kepala Bandara Udara Gewayan Tana,M.Saiful Suhri yang dikonfirmasi Balinewsnetwork.com usai musibah mendadak itu berhasil diatasi menjelaskan bahwa peristiwa yang tersaksikan tersebut merupakan simulasi penyelamatan dari kecelakaan pesawat diareal bandara.

“Hari ini kami laksanakan latihan penanggulangan keadaan darurat di bandara Gewayan Tanah. Jadi latihan ini dikhususkan bagi seluruh personil  fungsional yang ada dibandara ini ketika menghadapi keadaan darurat. Sebagaimana kita ketahui bersama keadaan darurat tidak bisa direcanakan, semuanya terjadi dengan tiba-tiba dan yang tidak diinginkan oleh kita semua. Sehingga diperlukan kondisi yang selalu siap untuk menghadapinya. Ini adalah simulasi atau latihan bagi komite keselamatan pesawat. Dengan latihan ini diharapkan agar semua anggota komite selalu siap dan sudah mengetahui dimana posisinya dan apa fungsinya,” urai M.Saiful. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment