Di Larantuka, Selain Rumah, Pondok pun Disewakan untuk Urusan Esek-esek

Salah satu pondok, tak jauh dari Pura-Weri, yang disewakan untuk transaksi esek-esek. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Tergiur  mendapatkann uang  dengan mudah dari  praktek protitusi, beberapa oknum  warga di  kota Larantuka-Flores Timur, menyewakan kamar rumahnya sebagai tempat praktek para Pekerja Seks Komersial (PSK). Tidak saja rumah, pondok darurat pun disewakan untuk mengamankan aktivitas goyang menggoyang  birahi tersebut.

Beragam modus pun didesain dengan rapih untuk memuluskan kelancaran praktek esek-esek ini .Sebagaimana yang terlihat di areal jalan tiga,kelurahan Puken Tobi Wangibao,ViL memanfaatkan kediamannya dibalik bentengan pohon mente  untuk kelancaran  para PSK memuaskan dahaga pelanggannya. Lokasi tersebut lazim dikenal dengan sebutan kandang ayam.

“Beberapa PSK sering mangkal disitu. Ada yang tinggal didalam situ, ada yang datang dari luar (kost mereka) ketika ada tamu.Di tempat itu sudah seperti bar mini yang  yang terkemas komplit ,dari judi, karoke dan transaksi esek-esek. Walau sering digrebek aparat,  baik dari satuan Pol PP dan Polres Flotim  maupun pihak Pemerintah Kelurahan, toh aktivitas  ‘pera ingo’ jalan terus bahkan kian ramai,” tutur beberapa tetangga sembari menuturkan perna menyaksikan para penikmat situasi di rumah  tersebut lari tunggang langgang  takut tertangkap aparat dalam giat operasi penyakit sosial.

Kasat Pol PP FLotim,Donatus Kopong Werang

Dijalur pantai kelurahan Weri, pun terdapat sebuah rumah berdinding keneka yang  juga disewakan untuk melindungi  aktivitas  bergerak naik turun atau maju mundur dalam irama tak beraturan tersebut. Lokasi ini tenar disebut kandang sapi. Belum lama ini,di pondok tersebut, anggota satuan pol pp sempat menjaring sepasang insan yang sedang  menunaikan pertempuran ranjang. Kaget dengan kedatangan anggota pol pp, kedua pasangan tersebut berusaha lari dalam keadaan bugil! Tak jauh dari situ ,ada lagi pondok yang maha darurat. Pondok yang berdekatan dengan Pura-Weri itu pun, disewakan untuk  geliat adu kelamin.

Dari mana sajakah asal PSK? Berdasarkan hasil jaringan operasi tim satuan Pol PP Kabupaten Flores Timur, Senin, 10 Desember 2018  beberapa PSK di antaranya warga Flores Timur, Alor dan Lembata. Ada pula yang berasal dari  kabupaten Sikka, Kupang dan Makasar.

Selain mengamankan praktek para PSK, hasil investigasi balinewsnetwork.com, menemukan bahwa ditempat-tempat tersebut  sering juga dimanfaatkan oleh beberapa oknum pelajar untuk menikmati situasi kasmaran mereka.

“Dengan uang, semuanya aman. Untuk sewa kamarnya rata-rata pada nominal Rp50.000, selain jasa menghadirkan para PSK bagi sang tamu.Akan semakin nyaman, bila tamu memberi tip lebih atau berbudi baik. Semuanya pasti aman,lancar dan terlindungi dengan baik. Sedangkan tarif PSK pun bervariasi, tergantung usia, dan kecantikannya. Memang rata-rata  Rp300.000, short time. Namun bila yang muda, cantik dan seksi, terpatok Rp500.000, short time, diluar tarif kamar,” beber beberapa sumber balinewsnetwork.com .

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Flores Timur,Donatus Kopong Werang tatkala dikonfirmasi  diruang kerjanya, Rabu, 13 Desember 2018, terkait maraknya  praktek sewa hunian  untuk kegiatan protitusi di kota Larantuka tersebut, mengaku sedang melakukan investigasi dan identifikasi  untuk selanjutnya melaksanakan penindakan!

Menyinggung soal ulah nakal beberapa oknum anggota pol pp yang diduga berkonspirasi dengan pemilik rumah atau pondok tempat transaksi seks, termasuk  berkonspirasi dengan para PSK, Donatus Kopong Werang berjanji  akan melakukan penertiban. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment