Keluarga Korban Yakin, ABK Multy Prima yang Belum Ditemukan itu Masih Hidup

Opin Bahy, adik kandung Philipus Kopong Bahy, masinis (bas) Kapal Multy Prima 01 yang tenggelam pada Kamis, 22 Nopember 2018 dan dinyatakan  hilang bersama 5 ABK lain. Foto:  BNN/Eman Niron. 

Larantuka/BaliNewsNetwork-Keluarga korban tenggelamnnya kapal cargo Multy Prima 01 paga Kamis (22 Nopember 2018)  yang hingga kini belum ditemukan, merasa sangat yakin bahwa keenam pekerja kapal tersebut masih hidup. Keyakinan tersebut disebabkan oleh tidak ada sedikitpun keresahan dan tanda-tanda atau petunjuk alamiah  sebagaimana biasanya bagi warga Lamaholot Flores Timur.

Opin Bahy, adik dari  Philipus Kopong (43), sang masinis atau bas kapal Multy Prima 01 yang  hingga saat ini belum ditemukan bersama  korban lain yakni Pande (67), Syamsul Syahdan (38), Tarsisius Dosi Atulolong (35), Sutrisno (57), dan Sonny Kansil (41) kepada BaliNewsNetwork.com usai bertatap muka dengan Wakil Bupati Flores Timur, Agustinus Payong Boli di ruang kerjanya, Kamis, 6 Desember 2018, mengungkapkan baik dalam  keluarganya maupun kelima keluarga korban lainnya sangat meyakini bahwa korban tenggelam yang belum ditemukan itu kini masih hidup

“Kami sangat yakin itu. Tidak ada tanda-tanda buruk ataupun firasat sebagaimana mestinya yang biasa bagi kita orang Lamaholot tentang kematian sanak keluarga yang bertalian darah kandung atau sangat dekat. Kami semua memiliki keyakinan yang sama, karena memang tidak ada tanda-tanda alamiah itu. Makanya kami semua ke sini, bertemu dengan Wabup Flotim untuk mendiskusikan bagaimana cara untuk menemukan anggota keluarga kami itu. Keyakinan kami itu diperkuat dengan informasi dari salah seorang ABK,Risky yang baru-baru ini ditemukan dalam keadaan hidup. Kata Risky, mereka justru melompat dan terhanyut lebih ke arah tepian, ketimbang dia yang lebih ke tengah. Apalagi, semua mereka lengkap dengan pelampung dan bantal berenang,” ungkap Opin Bahy dengan terus menerus mengungkapkan keyakinan mereka itu.

Atas kuat keyakinan mereka tersebut, maka sebagaimana yang dibahas dalam pertemuan bersama Wabup Agus Boli, keluarga korban asal Flotim tersebut mendesak pihak Pemkab Flotim untuk segera membangun koordinasi dengan pemilik kapal tersebut guna melanjutkan pencarian dengan cara lain, pasca pihak SAR Mataram mengumumkan penghentian pencarian tersebut dan  membantu memfasilitasi keluarga korban ke lokasi tenggelamnya kapal tersebut untuk melakukan pencarian. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment