Jadi Kurir Ganja dan Sabu, Seorang Sopir Dituntut 16 Tahun Penjara

Nanang Susilo alias Paul saat mendengarkan tuntuta jaksa. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Seorang pria yang berprofesi sebagai sopir bernama Nanang Susilo alias Paul hanya bisa menundukan kepala saat mengetahui dirinya dituntut 16 tahun penjara.

Paul yang beralamat tetap di Jawa Timur ini, dituntut 16 tahun penjara karena oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Dewa Gede Anom Rai dinyatakan terbukti bersalah bermufakat jahat sebagai kurir dalam jual beli Narkotika.

Dalam sidang, Rabu (5/12), Jaksa dalam amar tuntutanya yang dibacakan dihadapan majelis hakim pimpinan Ni Made Purnami menyatakan terdakwa terbukti bersalah sebagaiman dalam dakwana kesatu dan kesatu primer.

Yaitu bermufakat jahat menjadi perantara dalam jual beli Narkotika jenis ganja dan sabu. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pada Pasal 114 ayat (1) dan (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum terdakwa Nanang Susilo alias Paul dengan pidana penjara selama 16 tahun,”sebut jaksa Kejati Bali itu.

Selain menuntut hukuman penjara, jaksa juga menuntut terdakwa untuk membayar denda Rp10 miliar. “Dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan hukuman kurungan selama 6 bulan,” tegas jaksa dalam surat tuntutanya.

Sementara terdakwa, usia mendengar tuntutan itu, melalui kuasa hukumnya dari Posbakum (pos bantuan hukum) menyatakan mengajukan pembelaan pada sidang selanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, sebagaimana dalam dakwaan jaksa terungkap, penangkapan terdakwa berawal dari ditangkapnya Yulia Nur Safitri (terdakwa dalam berkas terpisah) oleh BNN P Bali pada hari Selasa 29 Mei 2018 silam.

Ditangan Safitri yang ditangkap di Jalan Alas Arum No. 19 Banjar Dinas Negara, Desa/Kelurahan Sading, petugas BNN berhasil mengamankan ganja seberat 879,43 gram netto.

Dari keterangan Safitri ganja yang beratnya hampir sekilo itu akan diambil oleh orang lain. Atas pengakuan itu, petugas pun melakukan pengembangan dengan menunggu orang yang akan mengambil.

Tidak lama kemudian, orang yang dinaksud (terdakwa) datang dengan menggunakan sepeda motor. Setelah memarkir motornya, terdakwa masuk kedalam kontrakan Safitri yang berapa di lantai II.

Tanpa basa basi, Safitri yang sudah dalam pengawasan petugas dari BNN menyerahkan tas yang berisikan ganja kepada terdakwa.

“Setelah menerima tas yang berisikan ganja, terdakwa pergi meninggalkan kamar Safitri,”sebut jaksa. Tapi usai menuruni anak tangga dan sampai di lantai I, terdakwa langsung ditangkap oleh petugas yang sudah mengintainya.

Dari tangan terdakwa, selain polisi berhasil mengamankan ganja, juga berhasil mengamankan Narkotika jenis sabu sabu sebarat 5,09 gram netto. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment