Ditangkap Bawa Tembakau Gorila, Matius Arif Dituntut 7 Tahun Penjara

Terdakwa Matius Arif divonis 7 tahun penjara. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Pria asal Banjarnegara bernama Matius Arif (36), terdakwa kasus Narkotika yang tinggal di Jalan Astawa I Gg. Sudimala, Peguyangan dituntut hukuman 7 tahun penjara.

Dalam sidang, Rabu (5/12), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cokorda Intan Merlany Dewie menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam dakwaan alternatif pertama.

Yaitu secara tanpa hak atau melawan hukum, menyimpan, memiliki, menguasi atau menyediakan Narkotika golongan I bukan tanaman berupa tembakau gorila/tembakau sintetis.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pada Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini untuk menghukum terdakwa Matius Arif dengan pidana penjara selama 7 tahun,” sebut jaksa Yuli Peladiyanti yang mewakili Jaksa Cok Intan.

Tak hanya itu, jaksa dihadapan majelis hakim pimpinan Ni Made Purnami juga menuntut agar terdakwa yang bekerja sebagai security itu untuk membayar denda Rp 800 juta subsider 2 bulan penjara.

Atas tuntutan itu, terdakwa yang didampingi pengacara Ketut Dody Artha Kariawan langsung memohon keringanan hukuman melalui pembelaan yang diajukan secara lisan.

Dalam surat tuntutanya, jaksa Kejari Denpasar ini juga memaparkan sejumlah fakta yang terungkap selama persidangan. Diantara soal penangkapan terdakwa.

Terdakwa ditangkap pada hari Kamis 12 Juli 2018 silam sekira pukul 23;45 Wita di area parkir vila The Green Surga di Jalan Gunung Tangkuban Perahu Gg. Tunjung II/99.

Dalam surat tuntutan disebut pula, sebelum terdakwa ditangkap, terdakwa terlebih dahulu memesan tembakau sintetis pada orang yang bernama Frengky seharga Rp400 ribu.

Setelah membayar melalui transfer, terdakwa dihubungi oleh Frengky untuk mengambil pesananya di Jalan Kunti, tepatnya disamping trafic light di depan sebuah toko.

Mendapat infomasi itu, terdakwa langsung pergi mengambilnya. Setelah mendapatkan pesananya, terdakwa pergi menuju vila The Green Surga di Jalan Tangkupan Perahu.

Saat tiba di parkiran vila, terdakwa langsung ditangkap polisi yang sebelumnya sudah mengintai gerak gerik terdakwa. Saat ditangkap, dengan disaksikan saksi umum, langsung dilakukan penggeledahan.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan satu bungkus rokok yang setelah dibuka berisikan tembakau sintetis seberat 2,64 gram netto. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment