Pasca Ambruk,Warga Liwo Bangun Jembatan Darurat

Warga desa Liwo, Kecamatan Solor Timur dibantu anggota Koramil 1624/05 Solor dan Polsek Solor membuat jembatan darurat pasca jembatan utama ambruk di gerus banjir. Foto: BNN/doc.

Solor/BaliNewsNetwork-Warga desa Liwo, Kecamatan Solor Timur, Flores Timur (NTT) bersama Pemerintah Desa setempat,melaksanakan bakti sosial membangun jembatan darurat, Rabu, 28 Nopember 2018 pasca jembatan penghubung pada ruas jalan yang menghubungkan desa Liwo, Watohari, Lamawai dan Lebao (area Kedanga) tersebut ambruk akibat gerusan banjir (Senin, 26 Nopember 2018).

Dibantu oleh anggota  Koramil 1624/05,  Polsek Solor dan staf Pemerintah Kecamatan Solor Timur, warga secara swadaya, bergotongroyong  menyelesaikan  jembatan alternatif untuk memudahkan lalulintas orang dan barang dari desa Menanga menuju Liwo, Watohari, Lamawai dan Lebao maupun sebaliknya.

Mis langoaran, salah seorang warga desa Liwo, kepada Balinewsnetwork.com, Kamis, 29 Nopember 2018 menuturkan, walau terbantukan dengan jembatan darurat tersebut, namun warga masih harus bergumul dengan lumpur yang menutup seluruh badan jalan (lapen) di hamparan Wai Gawe. Bila intensitas hujan cukup tinggi maka banjir akan menggenangi areal tersebut dan menghalangi pergerakan kendaraan maupun pejalan kaki.

“Sambil mengerjakan jembatan darurat, beberapa warga dan anggota Koramil Solor serta anggota Polsek Solor membantu menyeberangkan warga dan kendaraan roda dua yang hendak bepergian ke desa Menanga  dan sebaliknya. Sementara untuk kendaraan roda empat,terpaksa harus berputar melintasi wilayah kecamatan Solor Selatan lalu mengintari jalan propinsi dari Podor hingga desa Menanga.Demikian pun kembalinya. Aktivitas perekonomian,pemerintahan, pelayanan kesehatan, pendidikan maupun aktivitas sosial lainnya pun menjadi terhambat,” ujar Mis Langoaran yang tak mampu menyembunyikan ekspresi sedihnya. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment