Jelang Perayaan Hari AIDS Sedunia,KPA Flotim dan Yayasan St.Martinus Gempur Sadarkan Warga

Pimpinan Yayasan Santu Martinus, Larantuka, Sr.Wilhelmina, SSpS sedang mengkampanyekan bahaya HIV/AIDS di pasar inpres Larantuka, Selasa (27/11). Foto: BNN/doc.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Suara Suster Wilhemina,SSpS menggelegar memotivasi warga yang memadati areal pasar Inpres Larantuka untuk menjauhi praktek yang beresiko dari tularan HIV/AIDS.Bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Flores Timur,pimpinan Yayasan St,Martinus Larantuka di Selasa, 27 Nopember 2018  melakukan kampanye publik tentang bahaya HIV/AIDS menjelang perayaan Hari AIDS sedunia (1 Desember 2018).

Tak cuma menggelegarkan suara menggugah nurani warga kota Larantuka untuk setia pada pasangan,serta memotivasi orang muda untuk menjauhi praktek seks bebas,Yayasan Santu Martinus juga menyiapkan dua posko layanan pengobatan gratis bagi pengujung pasar yakni  di titik pasar inpres,Ekasapta Larantuka dan di halaman hotel Pelangi (titik pasar relokasi Pohon Bao).

Sekertaris KPA Flotim,Emanuel Halan yang dikonfirmasi di sela-sela kegiatan tersebut menjelaskan,kegiatan tersebut merupakan kegiatan khusus yang terlaksana atas kerjasama KPA Flotim dengan Yayasan St.Martinus Larantuka yang punya perhatian sangat besar terhadap upaya menyadarkan publik atau masyarakat akan ancaman HIV/AIDS,menyongsong perayaan Hari AIDS Sedunia (HAS) yang akan berlangsung pada 1 Desember 2018 mendatang.

Sembari menanamkan Tema  HAS Nasional “Saya Berani,Saya Sehat” serta Tema Daerah “Selamatkan Keluarga dan Kaum Muda Flores Timur, bai KPA Flotim dan yayasan St.Martinus,bahu membahu menyampaikan pesan-pesan  kepada publik untuk sadar dan peduli bahwa HIV AIDS telah menjadi ancaman bagi masyarakat.

“Tidak ada cara lain selain mendapatkan mendapatkan informasi yang benar,dan segera menyelamatkan  diri dengan berani melakukan pemeriksaan diri dan mendapatkan akses pengobatan dengan ARV.HIV/AIDS dapat dicegah bila kita berani merubah perilaku beresiko,tidak melakukan seks bebas secara sembarangan.Lakukanlah dengan pengaman,setia pada pasangan,jauhkan narkoba,kendalikan diri untuk tidak melakukan perbuatan berisko tertularnya virus HIV/AIDS,” urai Emanuel Halan seraya menambahkan pihaknya pun menampilkan dua odha  dalam kegiatan tersebut untuk memberikan kesaksian kepada publik tentang pengalaman mereka.

Kegiatan serupa, akan dilanjutkan KPA dan yayasan St.Martinus di pasar Lamawalang, sore nanti! (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment