Diterjang Banjir, Jembatan Ambruk, Akses Jalan Menanga–Liwo Lumpuh

Warga Solor Timur, dengan terpaksa melintasi kali walau penuh resiko, akibat jembatan penghubung  ruang jalan Menanga-Liwo  ambruk diterjang banjir, Senin (26/11), sekitar pukul 17.30 Wita. Foto: BNN/doc.

Solor Timur/BaliNewsNetwork-Banjir deras hasil tumpahan hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Solor Timur, Senin, 26 Nopember 2018, sekitar pukul 17.00 Wita, melumatkan jembatan pada ruas jalan Menanga-Liwo. Ambruknya jembatan pada area Kedanga desa Liwo tersebut menyebabkan akses transportasi dari  desa Menanga ke desa Liwo, Watohari, Lamawai dan Lebao lumpuh total. Demikian pun sebaliknya. Selain itu, lahan pertanian warga pun porak poranda terseret dan terendam banjir.

Kepala Desa Lamawai, Rahman Usman Piri yang dihubungi balinewsnetwork.com melalui saluran WhatsAppnya pada pukul 20.22 Wita menguraikan, jembatan tersebut ambruk sekitar pukul 17.30 Wita akibat terjangan banjir. Kondisi tersebut menyebakan akses perjalanan warga dari desa Menanga ke Liwo, Watohari, Lamawai dan desa Lebao lumpuh. Beberapa warga terpaksa melewati kali  dengan kandungan resiko tinggi tersebut. Sementara yang lainnya terpaksa harus memutar arah dari Menanga-Podor-Lewograran-Watanhura-Lebao  untuk sampai pada Lamawai-Watohari dan Liwo dengan konsekuensi mengeluarkan biaya yang cukup besar.

Tidak saja merobohkan jembatan penghubung yang terletak 200 meter dari desa Liwo itu, banjir pun meluluhlantakan lahan pertanian warga. Lokasi pertanian Waigawe, sebagaimana yang di kisahkan Mis Langoaran, warga desa Liwo melalui  saluran selulernya, terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa dan menutup sebagian besar ruas jalan Menanga-Liwo tersebut.

“Kami mengharapkan intervensi dari pemda Flotim dengan musibah yang kami alami ini. Aktivitas usaha ekonomi, pendidikan, pemerintahan, dengan sendirinya terhambat bila jalur transportasi yang rusak ini tidak segera diperbaiki,” ujar Mis Langoaran sembari melukiskan terjangan banjir tersebut membuat kali tempat bertenggernya jembatan itu melebar tak beraturan  hingga 10 meter.(Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment