Petani Kawasan Biri Solor Selatan Keluhkan Kesulitan Air, Mandi Seminggu Sekali

Para Penggarap di Kawasan Pertanian Biri,desa Sulengwaseng, Kecamatan Solor Selatan usai menikmati Gemohing. Foto: BNN/Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork-Puluhan penggarap dilahan pertanian Biri, desa Sulengwaseng, Solor Selatan mengeluhkan kesulitan air bersih. Beraktivitas dihamparan yang menghidupkan mereka tersebut dari  Senin hingga Sabtu, para petani yang dominan berasal dari desa Kalike dan Kalike Aimatan itu baru menikmati kesegaran tubuh akibat tersiram air di Sabtu Sore (malam) tatkala mereka kembali ke kampung halamannya.

Paulus Layo Herin, Mikhael Utu Wokal,dan Petronela Peni Herin dalam perbincangan dengan Balinewsnetwork.com belum lama ini menuturkan, stock air bersih yang mereka bawa dari kampung di setiap hari Senin pagi,hanya cukup untuk keperluan memasak, minum dan cuci perlengkapan makan dan minum serta berbagi dengan ternak mereka.

“Setelah kerja kebun,palingan hanya cuci muka.Urusan mandi hanya dapat kami lakukan ketika kami pulang kampung di Sabtu Sore. Membawa air sampai kebun di Biri ini pun, kami harus mengeluarkan ongkos. Selain membayar transportasi, kami pun  terkadang harus membeli air yang dijual dengan sistem drigen.Yah,semuanya hanya untuk hidup.Apapun resikonya,kami harus berpacu memerangi kesulitan itu walau harus mengabaikan unsur kesehatan.Oleh karena itu kami minta Pemerintah Kabupaten Flores Timur untuk bisa  memudahkan kami dikawasan pertanian Biri ini,baik dalam urusan kemudahan mendapatkan layanan air bersih,maupun kemudahan lainnya,” ungkap Paulus Layo Herin, Mikhael Utu Wokal, dan Petronela Peni Herin bersamaan.

Di kawasan pertanian Biri tersebut, terdapat kurang lebih 40 pondok hunian para penggarap. Satu pondok, rata-rata dihuni 2 sampai 3 keluarga. Sejak tahun 1962, hamparan subur yang terletak di antara desa Nusadani dan Sulengwaseng itu digarap para petani desa Sulengwaseng, Lemanu, dan Kalike. Sistem gemohing atau gotong royong, senantiasa dilestarikan mereka. Hasil panenan kebun dan ternak, digunakan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak mereka. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment