Ajukan Eksepsi, Kuasa Hukum Ismaya Sebut Dakwaan JPU tidak Cermat dan Cacat Formil

Denpasar/BaliNewsNetwork-I Ketut Putra Ismaya Jaya alias KERIS bersama dua rekanya, I Ketut Sutama dan I Gusti Ngurah Edrajaya yang didakawa melakukan tindak pidana melawan pejabat negara dan pengancaman, Kamis (15/11) mengajukan perlawanan.

Perlawanan yang dilakukan adalah dengan mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Lovi Pusnawan dkk. Dalam eksepsinya, kuasa hukum ketiga terdakwa menyebut dakwaan JPU tidak cermat dan cacat formil.

Dakwaan JPU disebut tidak cermat karena hanya mengurai dakwaan dari sisi pidana umum saja. Harusnya JPU juga mengembangkan mengarah pada Undang-Undang Pemilu dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum, (KPU).

“Jadi kami menolak dakwaan JPU karena cacat formil,” sebut I Gusti Ngurah Arthana, salah satu kuasa hukum ketiga terdakwa. Dikatakan pula, dalam kasus ini, harusnya Sat Pol PP melakukan kordinasi dengan Gakumdu (penegakan hukum terpadu) yang dibentuk oleh KPU.

“Di Gakumdu, proses penyidkanya sama saja dengan penyidkan biasa, setelah penyidikan ada rekomendasi baru bisa kasusnya mengalir sampai ke pengadilan sebagai suatu perbuatan peristiwa pidana UU Pemilu, bukan pidana umum,” tegas Arthana.

Sementara menyinggung soal adanya anacaman yang dilakukan oleh para terdakwa, dibantah oleh tim kuasa hukum terdakwa lainya. Dikatakanya, para terdakwa ini mendatangai kantor Sat Pol PP adalah untuk bekordinasi.

“Para terdakwa ini melakukan kordinasi ke Sat Pol PP, jadi urian kronologis dari pihak pelapor adalah kordinasi, lalu tiba-tiba dibilang mengancam. Kalau emang mengancam kenapa dalam laporan tidak ada disebut mengancam,” timpal I Wayan Mudita.

Sementara terkait permohonan penangguhan/pengalihan penahanan yang dimohonkan kepada majelis hakim, disebutnya belum ada jawaban yang pasti.

“Majelis masih dipertimbangkan,” ujar Agus Samijaya yang juga salah satu kuasa hukum para terdakwa. Ditambahkanya, pertimbangan mengajukan permohonan pengalihan/penangguhan penahanan adalah karena terdakwa Ismaya calon DPD yang sudah tetap,

“Artinya banyak yang harus dilakukan oleh klien kami terkait pencalonanya ini. Kami berharap majelis bisa mempertimbangkan ini dengan hati nurani dan ketulusan sehingga permohonan yang kami ajukan ini bisa dikabulkan,” pungkasnya. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment