Komplotan Pengedar Uang Palsu Wilayah Bali dan Lombok Diadili

Denpasar/BaliNewsNetwork-Empat orang yang didiga terlibat jaringan pengedar uang palsu untuk wilayah Bali dan Lombok, Rabu (14/11) diadili di PN Denpasar.

Keempat terdakwa masing, Samsul Arifin, Wahid Nur Sholikin, Ahmad Sidik dan Ahmad Budi Harsono diduga telah mengedarkan 129 lembar uang palsu pecagan Rp 100 ribu.

Sidang masih dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gede Agus Suraharta. Sebagaimana dalam dakawaab, keempat terdakwa dijerat dengan Pasal 36 Ayat (3P UU No 7 tahun 2011 tentang mata uang Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Selain itu JPU kejari Badung ini juga menjerat terdakwa dengan Pasal 245 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

Keempat terdakwa diduga melakukan perbuatan mengedarkan atau membelanjakan rupaih palsu yang masing-masing dipandang sebagai perbuatan berdiri sendiri.

Kasus ini bermula saat terdakwa Samsul Arifin ditawari oleh temannya M. Sirahum (DPO) untuk membelanjakan uang palsu di Wilayah Bali dan Lombok dengan sistem barter satu banding dua, dimana Samsul memberikan uang asli Rp100 ribu, maka rekannya Sirahum memberikan uang palsu Rp200 ribu.

Selanjutnya pada 11 Juli 2018, Pukul 23.00 Wita tersangka Samsul Arifin diberikan uang pecahan Rp100 ribu sebanyak 200 lembar oleh Sirahun dirumah temannya itu yang telah dibungkus di dalam plastik hitam.

Kemudian, pada 12 Juli 2018 terdakwa mengedarkan uang palsu itu secara menyebar mulai untuk membayar angkutan umum mobil Suzuki APV di Terminal Mengwi dan membeli makan di dekat terminal setempat.

Kemudian, terdakwa Samsul Arifin dijemput terdakwa Ahmad Budi Harsono menuju kos terdakwa Wahid Nur Sholihin, kemudian terdakwa Samsul mengajak temannya berbelanja membeli makan di tiga lokasi warung dengan tiga lembar uang palsu untuk membeli nasi bungkus, rokok dan lainnya.

Singkat cerita uang palsu itu beredar sebanyak 15 lembar dan terdakwa mendapatkan uang asli mencapai Rp1,12 juta. Keempat terdakwa lanjut jalan-jalan bersama di Jalan Taman Pancing, Denpasar.

“Dilokasi tersebut membelanjakan uang palsu itu menyebar sejumlah warung hingga mencapai 50 lembar,” terang jaksa.

Kemudian, uang palsu itu dibelanjakan diseputar Denpasar dan Wilayah Nusa Dua hingga ratusan lembar dan mendapat hasil keuntungan dari penukaran uang palsu Rp100 ribu dengan uang asli mencapai Rp9,85 juta.

Namun, perbuatan keempat terdakwa akhirnya terendus petugas saat terdakwa Ahmad sidik menggunakan dua lembar uang palsu yang digunakan untuk bermain judi bola adil di Daerah Teges, Mumbul, Kabupaten Badung.

Perbuatan terdakwa kemudian diketahui bandar judi bola adil dan kejadian itu dilaporkan kepada polisi. Saat ditangkap petugas berhasil mengamankan 71 lembar uang palsu yang belum beredar dari tangan keempat terdakwa secara terpisah. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment