Dikira Mayat Terapung, Nelayan Sulengwaseng Temukan Karung Berisi Tiga Ekor Penyu

Wilhelmus Woka Dewa Melur (50), nelayan asal desa Sulengwaseng, Solor Selatan, menemukan sebuah karung berisikan tiga ekor penyu dalam keadaan terikat. Foto: BNN/Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork-Mendekati benda yang sedang terapung dalam lingkaran pukatnya itu dengan perasaan takut, jangan-jangan itu adalah mayat yang terapung demikianlah Wilhelmus Woka Dewa Melur, seorang nelayan di desa Sulengwaseng, (Solor Selatan) Kecamatan Solor Selatan berjalan mendekati benda apung berwana putih yang memberatkan pukatnya di malam Jumad, 9 Nopember 2018 pukul 19.00 Wita .

Betapa kagetnya Mus Melur tatkala membuka isi karung yang bergerak itu. Ternyata karung tersebut bersisikan tiga ekor penyu yang saling terikat tali. Dua dari ketiga ekor tersebut langsung melesat pergi dalam kondisi terikat pasca Mus Melur membuka tali penutup mulut karung itu. Seekor penyu yang terikat langsung dengan badan karung itu berhasil diamankan Woka Dewa Melur dan dilepaspergikan kembali ke laut dalam ritual adat desa Sulengwaseng.

“Saya sendiri kaget ketika menarik pukat, kog berat sekali? Ketika semakin mendekat, saya melihat ada benda putih yang sedang terapung tergiring pukat saya itu. Saya lalu mendekati benda itu dengan perasaan takut, jangan-jangan itu mayat yang terapung. Ketika semakin dekat, ternyata benda yang bergerak-bergerak itu adalah sebuah karung. Betapa kagetnya saya ketika membuka ikatan penutup karung itu. Ternyata didalamnya ada tiga ekor penyu dalam keadaan terikat. Duanya langsung kabur dalam posisi terikat, dan seekornya berhasil saya amankan dan tadi telah dilakukan acara pelepasan dalam ritual adat di desa kami,” tutur Mus Melur mengisahkan temuannya itu kepada Balinewsnetwork.com di kediamannya, Sabtu, (10/11). (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment