Sidang Perdana, KERIS Dikawal Puluhan Massa Pendukungnya

I Ketut Putra Ismaya Jaya alias KERIS Dikawal puluhan pendukunya. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Calon anggota DPD RI, I Ketut Putra Ismaya Jaya alis KERIS yang terjerat kasus pidana, Kamis (8/11) menjalani sidang perdana di PN Denpasar. Dalam kasus ini, Ismaya tidak sendiri. Dia bersama dua teksnya, yaitu I Ketut Sutama (terdakwa II) dan I Gusti Ngurah Edrajaya alias Gung Wah (terdakwa II).

Ismaya yang juga petinggi organisasi masyarakat (ormas) besar di Bali ini dalam menjalani sidang perdana mendapat dukungan dari puluhan massa yang semuanya berpakaian adat Bali. Sementara sidang masing dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Lovi Pusnawan dkk.

Dalam dakwaan yang dibacakan dimuka sidang pimpinan hakim Bambang Eka Putra dipaparkan, terdakwa I Ketut Putra Ismaya Jaya bersama dua rekanya, I Ketut Sutama (terdakwa II) dan I Gusti Ngurah Edrajaya alias Gung Wah (terdakwa II) melakukan tidak pidana sebagaiman didakwakan dalam dakwaan jaksa pada tanggal 13 Agustus 2018 sekitar Pukul 15.30 Wita bertempat di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali di Jalan Penjaitan Nomor 10 Renon.

Kejadian ini berawal pada hari yang sama sekitar pukul 12:30 Wita, petugas sat pol PP diantaranya, Made Budiarto, Surajo, dan lainya berdasarkan Surat Perintah Tugas Kepala Sat Pol PP Provinsi Bali Nomor 800/3094/Bid Il/Sa.Pol.PP/2018 tanggal 13 Agustus 2018 melaksanakan patroli wilayah secara rutin dalam rangka penertiban baliho, spanduk yang kadaluarsa, tanpa ijin dan rusak atau yang lainnya.

Nah pada saat para saksi menurunkan baliho milik terdakwa I Ketut Putra Ismaya Jayadikawasan civik center, Renon Jalan Cok Agung Kresna, dilihat oleh terdakwa II dan III. Melihat itu terdakwa III langsung bertanya kepada petugas.

“Siapa yang menyuruh menurunkan Balho?” Kemudian saksi I Made Budiarta menjawab, “Yang menyuruh menurunkan adalah atasan saya Pak.” Selanjutnya terdakwa IlI meminta baliho yang diturunkan tersebut dan membawanya bersama terdakw Il.

Terdakwah III lalu menghubungi Ketut Ismaya (terdakwa I) dengan maksud memberitahukan bahwa baliho miliknya diturunkan oleh sat pol PP. Mendapat informasi itu, terdakwa I, bersama 12 orang tim sukses atau relawan KERIS sekitar Pukul 15.30 Wita mendatangi kantor Sat Pol PP Bali.

Tiba di kantor Sat Pol PP Bali, terdakwa Ismaya bertanya kepada saksi I Nyoman Karyana, “Siapa yang menurunkan baliho saya, dimana dia suruh dia kesini,” yang kemudian dilanjutkan oleh saksi dengan menghubungi saksi Surajo dan anggota sat pol PP lainya.

Tidak lama kemudian datang anggota Sat Pol PP dengan menggunakan kendaraan patroli. Saat itu terdakwa III mengacungkan tangan serta mendekati saksi Surajo dan saksi Gede Jayadi sambil berkata, “Siapa yang menurunkan baliho itu”. Mendapat pertanyaan seperti itu, saksi Surajo langsung mundur dan meminta terdakwa III untuk sabar.

“Saya cuma diperintah atasan saya, saya cuma anggota bawahan,” jawab saksi mendapat jawaban itu terdakwa III makin emosi dan mengajak saksi untuk duel. Karena merasa ketakutan, saksi lalu menghubungi Kepala Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Sat Pol PP Bali dan juga Danki (komandan kompi) I Dewa Nyoman Rai Damadi dan Made Budiarta untuk datang.

Saat Made Budiarta tiba di kantor, terdakwa Ismaya langsung bertanya. “Siapa yang menurunkan baliho saya, kenapa tidak menghubungi saya yang dijawab saksi semua adalah perintah atasan. Sejurus kemudian saksi menghubungi atasannya. Nah, saat itulah sebagaimana dalam dakwaan jaksa, terdakwa Ismaya menendang kaki saksi.

Sementara saksi yang sudah ketakutan hanya bisa menundukkan kepala. Beberapa saat kemudian datang saksi I Dewa Nyoman Rai Damadi. Lalu terdakwa Ismaya berkata kepada saksi “atas penintah siapa menurunkan baliho, kenapa baliho saya diturunkan, apakah ada perintah dani KPU. Dijawab oleh saksi bahwa dialah yang memereintahkan.

Singkat cerita terjadilah perdebatan antara terdakwa Ismaya dan saksi. Saksi menjelaskan bahwa sesuai surat perintah harus dilakukan penertiban sejumlah baliho yang ada di wilayah Bali yang berada di ruas jalan protokol, serta jalan lain yang dilalui oleh delegasi IMF serta di obyek obyek wisata.

Terdakwa Ismaya juga meminta kepada saksi untuk membuktikan semua yang diucapkan, termasuk bukti adanya rapat yang membahas terkait penurunan baliho di sejumlah jalan yang sudah ditentukan. Setelah melihat itu, terdakwa Ismaya dan pundukungnya langsung meninggalkan kantor Sat Pol PP Bali. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment