Disidang Perdana, Ismaya Minta Keluar Sel Untuk Berdoa

Ketut Ismaya meminta izin keluar dari sel tahanan untuk berdoa. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-I Ketut Putra Ismaya Jaya alias KERIS bersama dua rekanya, I Ketut Sutama dan I Gusti Ngurah Edrajaya yang didakwa melawan pejabat Negara, Kamis (8/11) kemarin diadli di PN Denpasar.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Bambang Eka Putra masih dengan agenda pembacaan dakwaan dadi Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Made Lovi Pusnawan dkk. Diadilinya Ismaya yang juga merupakan petinggi salah satu ormas terbesar di Bali dan juga calon anggota DPD RI membuat suasana di PN Denpasar dipenuhi pengunjung.

Ratusan massa yang mendatangi PN ini adalah masa dari salah satu ormas dan juga pendukung Ismaya dalam pencalonanya sebagai anggota DPD. Sementara Ketut Ismaya yang tiba di PN Denpasar dengan menggunakan udeng dan kacamafa hitam langsung mengucapkan salam Swastiaatu yang langsung dibalas dengan yel yel.

“Hidup KERIS”. “Kebenaran pasti menang,” jawab Ismaya dihadapan pendukungnya yang sebagain besar menggunakan pakaian adat Bali.

Ismaya memeluk ibu kandungnya sebelum menjalani sidang di PN Denpasar. Foto: BNN/pro.

Saat berada di dalam sel tahan sementara di PN Denpasar, Ismaya memohon ijin kepada petugas pengawal untuk melakukan persembahyangan. Sambil menitikan air mata, Ismaya yang didampingi kuasa hukumnya serta ibu kandungnya sujud memanjatkan doa.

“Saya yakin Tuhan akan membuka jalan kebenaran dan akan mengungkap siapa yang salah dan siapa yang benar. Saya diperlakukan seperti tahanan teroris, tangan dan kaki diborgol, tidur tanpa alas, ini saya alami sebelum dititip di LP Kerobokan,”ujar Ismaya.

Selain itu, Ismaya juga berpesan kepada sejumlah awak media yang meliput jalanya persidangan agar menyajikan pemberitaan yang berimbang dan tidak terkesan menghakimi.

Sementara itu sebagaimana dalam dakwaan jaksa, Ismaya dan dua rekanya dijerat dengan tiga Pasal berlapis. Yaitu Pasal 211 KUHP Jo Pasal 214 KUHP, Pasal 212 KUHP Jo Pasal 214 KUHP atau ketiga Pasal 335 ayat (1) ke 1 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment