Tak Terima  dengan Vonis Hakim, Terdakwa Narkoba Ajukan Banding

Terdakwa Bayu Imam Santoso ajukan bading atas vonis hakim PN Denpasar. Foto: BNN/dok.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Terdakwa kasus Narkotika bernama Bayu Imam Santoso yang disebut-sebut sudan beberapa kali kalur masuk penjara, akhirnya mengajikam banding atas putusan 4 tahun dan 5 bulan penjara.

Hal ini disampaikan langsung oleh pengacara terdakwa, Teddy Raharjo. Dikatakan Teddy, saat ini pihaknya sudah mengirim memori bandang tersebut. “Kami sudah mengirim memori banding beberapa hari yang lalu,” tegas pengacara berkumis tebal itu, Rabu (7/11).

Dikatakanya, alasan mengajukam upaya hukum banding karena pihaknya tidak sependapat dengan vonis hakim yang menyebut terdakwa terbukti bersalah tanpa hak melawan hukum memiliki, menyimpan, atau menguasai Narkotik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 ayat (1) UU Narkotika.

Menurut Teddy, fakta yang terungkap dalam persidangan bukan seperti yang disebutkan hakim dalam amar putusan itu. Melainkan adalah terdakwa ini pencandu atau penyalahguna Nakotika bagi dirinya sendiri. “Ini diperkuat dengan keterangan sejumlah saksi yang memang menyebut bahwa terdakwa adalah pengguna,” ungkap Teddy.

Karena itulah, Teddy berharap majelis ditingkap banding bisa memberikan putusan yang sesuai dengan fakta persidangan. “Harapan kaminya klien kami divonis sebagai pengguna, bukan memiliki atau menyimpan seperti dalam vonia hakim maupun tuntutan jaksa,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa Bayu Imam Santoso yang ditangkap usai mengambil tempelan Nakotika jenis sabu sebarat 0,31 gram divonia 4 tahun dan 5 bulan oleh majelis hakim PN Denpasar pimpinan I Gede Ginarsa.

Vonis ini sejatinya lebih rendah dari tuntutan jaksa yang sebelunmya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 6 tahun. Baik hakim maupun jaksa sama-sama menyatakan terdakwa terbukti tanpa hak memiliki, menguasai, atau menyediakn Narkotika. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment