WN Australia Pemilik 2,98 Gram Kokain Dilimpahkan ke Kejaksaan

WN Australia usai diperiksa jaksa dan langsung dijebloskan ke sel tahanan. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Bule Australia bernama Brandon Luke Johnsson (43) yang terjerat kasus Narkotika bersama, Bena Livia Magusta (sudah divonis 4 tahun), Selasa (6/11) menjalani proses pelimpahan tahap II di Kejari Denpasar.

Dengan demikian, tidak lama lagi bule yang kedapatan memiliki 2,98 gram kokain ini diadili di PN Denpasar. Usai dilimpahkan, bule ini langsung menjalani pemeriksaan di ruang jaksa. Ada dua orang jaksa yang menangani perkara ini. Yaitu Jaksa Yuli Peladianti dan Jaksa Cokorda Intat Merlanie Dewie.

“Ada dua berkas tahap II dari tersangka Brandon warga Australia dan satu lagi tersangka Remi yang disebut sebagai kekasih Brandon,” singkat Jaksa Yuli yang memastikan keduanya tetap dalam tahanan.

Diketahui, tertangkapnya kedua tersangka sejoli ini bermula dari tertangkapnya Livia (vonis 4 tahun). Dari keterangan Livia menyebut jika Kokain yang ditemukan dalam pembalut wanita dan saku celana itu didapat dari Remi Purwanti (43).

Berdasarkan pengakuan tersebut, selanjutnya pada Sabtu (04/8) pukul 23.00 Wita Polisi bergerak menuju kosnya Remi di Jalan Mataram dan mendapatkan Remi bersama pacarnya Brandon.

Selanjutnya dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti 13 paket isi kokain dengan berat total 11,60 gram. Itu ditemukan di dalam dompet di dalam kardus di lantai kamar kos itu. Saat itu, Brandon mengakui semua barang bukti itu adalah miliknya. Dan Remi juga mengakui bahwa sempat memberikan empat paket kokain milik Brandon kepada Livia.

Tetapi barangnya itu belum dibayar, dan Livia janji akan membayar Rp12 juta setelah barangnya (kokain-red) itu sudah laku. Kepada petugas, Brandon mengaku barang haram itu dibeli dari seseorang bernama Made seharga Rp40 juta.

Ia mengaku tidak mengetahui keberadaan Made karena mereka melakukan transaksi di pinggir jalan dan nomor handphonenya sudah tidak aktif lagi. Setelah membeli kokain dari Made, Brandon kemudian memecahkannya menjadi sejumlah paket-paket kecil untuk dijual dengan harga Rp2,8 juta per paket.

Setidaknya jika paket-paket ini diuangkan atau laku terjual totalnya Rp 51 juta, diperkirakan keuntungan yang diperoleh mencapai Rp11 juta.

Untuk kedua tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment