Pembobolan Brankas Dinkes dan Pencurian Dua Buah Laptop BKD Flotim,Bukan Kasus Biasa ! ICW Minta KPK dan Mabes Polri  Tangani

Peneliti Hukum ICW, Emerson Yuntho. Foto: BNN/Emnir.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Belum terungkapnya kasus pembobolan dua buah brankas milik Dinas Kesehatan Flores Timur (awal 2017) dan dua buah Laptop milik Badan Keuangan Daerah Flores Timur (Pertengahan Oktober 2018 ) oleh pihak Polres Flores Timur pun menjadi catatan tersendiri bagi Indonesia Corruption Watch (ICW). Bukan kasus biasa ! Kasus tersebut merupakan Simtom yang kuat dugaan berhubungan dengan tindakan korupsi. Namun ICW  pun khawatir, kedua kasus tersebut di peti-es-kan! Apa pasal ?

Peneliti Hukum ICW,Emerson Yuntho yang dikonfirmasi Balinewsnetwork.com, Selasa, 6 Nopember 2018 di sela-sela kegiatan Sekolah Anti Korupsi (SAKTI) bagi Aparatur Pemerintahan Desa di aula Rumah Khalwat St.Maria-Susteran PRR Weri, Larantuka bahkan mendesak KPK dan Mabes Polri untuk  bisa menangani kedua kasus tersebut. Selain kedua intitusi tersebut, Emerson pun meminta pihak BPKP Propinsi NTT untuk segera melakukan audit investigatif.

“Hal ini pun sebenarnya menjadi catatan kami bahwa seringkali penanganan kasus korupsi di tingkat kabupaten sering  tidak memuaskan. Saya kuatir, kasus ini akhirnya di peti-es-kan karena kesulitan-kesulitan atau  kemungkinan ada upaya menghalang-halangi  dari pihak-pihak terhadap penanganan kasus tersebut. Langkah yang harus dilakukan adalah membawa kasus tersebut ke tingkat nasional, entah kepada KPK, pun pula kepada Direktorat Tipikor Mabes Polri. Kasus ini dalam bahasa kami, Simtom (Simptom) atau gejalah. Ada indikasi menuju kesana (korupsi)! Pertanyaan sederhananya, kalau tidak ada indikasi,mengapa harus dengan mencuri?” tandas Emerson dengan terus menyatakan kekuatirannya akan pengungkapan kedua kasus bermoduskan  pencurian’  tersebut bila penangannya hanya bertumpuh pada pihak Polres Flotim.

Kekuatiran Emerson lebih berdasarkan atas kekentalan hubungan dalam sistem yang bernama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda).Kencangnya hubungan tersebut oleh Emerson seringkali menyebapkan terhambatnya proses pengungkapan kasus-kasus yang berindikasi pada perbuatan korupsi. Oleh karena itu  menurutnya tantangan terbesar bagi Polres Flotim  adalah harus bisa mengungkapkan kasus itu !

“Sudah banyak kali terjadi di daerah-daerah,kasus serupa hanya berakhir dengan memunculkan seorang pelaku, tunggal. Dia menutupi pelaku-pelaku lainnya. Nah, tantangannya adalah Polres  Flotim harus bisa buktikan bahwa  dia bisa tangani kasus ini atau tidak ! Kalau tidak, ICW lebih sarankan kasus ini ditangani oleh yang lebih tinggi dari Polres Flotim. Dan, saya justru merekomendasikan langsung ditangani oleh KPK dan  Mabes Polri, karena kasus ini bukan kasus biasa si! Bukan yang penting ada syarat ada pelaku ya diproses  saja?,” tegas Emerson dengan tetap melihatnya sebagai Simtom korupsi. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment