Dilimpahkan di Kejari, Mantan Bos Judi Dingdong Tak Ditahan

Denpasar/BaliNewsNetwork-Setelah sempat molor, proses pelimpahan tahap II terhadap tersangka Hartono, pria yang disebut sebut mantan boss judi dingdong di Bali yang terjerat kasus pemerasan dan pungli, Salasa (06/11) dilimpahkan oleh penyidikan Polresta Denyasar ke Kejari denpasar.

Dalam kasus ini Hartono tidak sendiri. Dia diduga melakukan pemerasan dan pungli uang kompensasi ratusan juta di Jalan masuk ke Perumahan di Jalan Mina Utama Suwung Batan Kendal, Denpasar Selatan, bersama I Gusti Arya Dirawan yang juga dilimpahkan.

Diketahui kasus ini dinilai sempat molor dari sejak kejaksaan menyatakan berkas perkara lengkap (P21) untuk proses pelimpahan tahap II.

Namun pihak kepolisian telah membantah bila proses tahap II molor. Sebab, pihak penyidik sendiri sejatinya sudah siap melakukan proses tahap II sejak berkas dinyatakan lengkap.

Sementara itu dari proses tahap II, begitu kedua terdakwa dilimpahkan dan diperiksa, keduanya langsung mengajukan penangguhan/pelangalihan penahanan. Hal ini dibenarkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) nyoman Bela Putra Atmaja.

“Iya, kedua tersangka telah minta permohonan untuk dilakukan tahanan luar,”ujar jaksa yang biasa dipanggil Bella.

Hasilnya bisa ditebak, kedua tersangka usai menjalani pemeriksaan langsung pulang ke rumah masing-masing.

“Soal permohonan pengalihan/penangguhan penahanan itu disetujui atau tidak, itu kewenangan pimpinan,”singkat Jaksa Bela usai memerikaa kedua tersangka di Kantor Kejari Denpasar.

Diterangkannya, sejak penangkapan di Warung Mina Renon di Jalan Tukad Gangga nomor 1, Denpasar Selatan, Minggu (05/08) sekitar pukul 21.00 Wita lalu, kedua tersangka dinilai koorperatif saat menjalani pemeriksaan.

Sehingga penyidik tidak menahan kedua tersangka dan hanya dikenakan wajib lapor. Polisi mengerebek kedua tersangka saat bertransaksi dengan seorang warga di Warung Mina Renon di Jalan Tukad Gangga nomor 1, Denpasar Selatan, Minggu (05/08) sekitar pukul 21.00 Wita.

Dalam OTT tersebut, polisi menemukan barang bukti uang tunai diduga hasil pungli sebesar Rp 100 juta, BG dan kwitansi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dalam praktek pungli tersebut, keduanya mengatasnamakan Ketua Kelompok Warga dan memungut uang kompensasi jalan masuk ke perumahan di Jalan Mina Utama Suwung Batan Kendal, tepatnya di Jalan Bypass Ngurah Rai Denpasar Selatan hingga puluhan juta.

Polisi mengerebek kedua tersangka saat bertransaksi dengan seorang warga di Warung Mina Renon di Jalan Tukad Gangga nomor 1, Denpasar Selatan, Minggu (05/08) sekitar pukul 21.00 Wita.

Dalam OTT tersebut, polisi menemukan barang bukti uang tunai diduga hasil pungli sebesar Rp 100 juta, BG dan kwitansi. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment