Wanita yang Diduga Membunuh Bayi Kembarnya Diadili

Terdakwa Dafriana Wulansari alias Lani menjalani sidang perdana di PN Denpasar. Foto:BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Kasus pembunuhan bayi kembar yang sempat viral di media sosial (medos), Senin (5/11) sampai juga ke pengadilan. Dan yang menjadi terdakwa dalam kasus ini adalah ibu kandungnya sendiri yang bernama Dafriana Wulansari alias Lani.

Sidang pimpinan Hakim Novita Riama ini masih dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Luh Putu Ari Suparmi.

Dalam dakwaan, terdakwa didakwa melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Perbuatan terdakwa itu diatur dan dijerat dalam Pasal 76c Jo Pasal 80 ayat 3,4, UU RI Nomor 35 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 72.000.000.

Dalam dakwaan diungkap, kasus ini berawal pada 12 Juni 2018 Pukul 17.00 Wita saat terdakwa dijemput saksi Fenantianus Karitas Redento alias Fenan yang merupakan pacar terdakwa untuk nginap di kos di Jalan Ratna Gang Wedakura Nomor 06 Denpasar.

Pada malam harinya, terdakwa mulai merasakan sakit dibagian perut dan merasakan bayi yang dikandungnya hendak lahir. Singkat cerita, kedua bayi tersebut pun lahir dari rahim terdakwa yang kemudian terdakwa bunuh dengan cara mencekik dan menusuk dengan pisau dapur.

Setelah menghilang jejak darah di kamar mandi, terdakwa kemudian meletakan sepasang jasat bayi kembar yang sudah dibungkus mengunakan plastik hitam itu dicelah samping kamar kos.

Pada hari minggu pada tanggal 15 Juni 2018 sekiat pukul 12.00 Wita, saksi Waluyo mencium bau tidak sedap dari celah kamar kos yang ditempati saksi Fenan. Setelah di cek sumber bau tak sedap itu berasal dari jasad bayi kembar yang dibuang terdakwa.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke pihak berwajib yang berujung pada terseretnya terdakwa ke kursi pesakitan saat ini.

Menanggapi dakwaan itu, terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya, Kaspar Gambar mengatakan, tidak merasa keberatan sehingga sidang dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi.(pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment