Kornelia Kabelen-Belajar di Kebun, Bisa Kuliah di Taiwan

Kornelia Kabelen di depan kampusnya, Chienkuo Technology University Taiwan.

Denpasar/NaliNewsNetwork-Suatu hari di tahun 2017 Kornelia  Kabelen atau akrab disapa Neli menelepon saya sambil menangis-menangis. Dia merasa beban karena tak bisa diizinkan ayahnya untuk melanjutkan kuliah, setelah tamat dari SMA PGRI Larantuka tahun 2015.

Kornelia Kabelen saat masih di kampungnya.

Memang pada waktu itu saya sempat mencarikan peluang beberapa beasiswa kuliah di Jogja termasuk Bidikmisi UGM. Tetapi kondisi ayahnya, Ignasius Bayo Teron, yang terus sakit-sakitan membuat Neli tak ada pilihan selain merawatnya. Walaupun dibujuk terus sama tantanya Neli, ibu Ella Lagadoni untuk menyekolahkannya. Namun semua upaya ini tak bisa membuahkan hasil. Sebagai anak sulung dari tiga orang bersaudara, Neli dengan sabar mengikuti kemauan ayahnya. Termasuk keluar dari kampung Lamawolo, Desa Watobaya, Kecamatan Adonara Barat dan pergi tinggal di sebuah pondok di kebun, jauh dari perkampungan. Di kebun ini tak ada listrik, taka ada akses jalan raya maupun signal telepon selular. Bahkan tak ada satu pun rumah warga di sekitarnya.

Kornelia Kabelen dan Lifitasari Wasis di depan Chienkuo Technology University

Kurang lebih 2 tahun Neli menghabiskan waktu bersama ayahnya di pondok. Saya kaget melihat aktivitas Neli selama di kebun, ketika menjumpainya, tahun 2017. Ternyata Neli tak hanya merawat ayahnya yang sakit, namun Neli juga bisa mengkondisikan waktu selama di kebun dengan belajar bahasa Inggris, bahasa Jerman dan reporter. Hal yang sangat sulit dijumpai remaja pada umumnya kalau sudah putus sekolah. Selain itu, Neli juga mengajar adik-adiknya. Terbukti adiknya, Seva, tahun ini masuk SDK Lamahoda langsung naik kelas III karena sudah dibekali Neli dengan ilmu pengetahuan selama di kebun.

Akhirnya buah dari kesabaran Neli pun tiba. Kornelia Kabelen termasuk salah satu calon mahasiswa dari 50 orang pemuda Flores Timur yang terpilih mengikuti program Kuliah Kerja Mandiri, di Chienkuo Technology University Taiwan kerja sama Pemda Flores Timur dengan STIKOM Bali.

Kornelia Kabelen dan Rahman Sabon Nama di Bandara Ngurah Rai

Lewat perjuangan keras putra Adonara, Flores Timur di Bali, Rahman Sabon Nama (Humas STIKOM Bali) dalam menfasilitasinya, kini gadis cerdas asal Watobaya, Adonara Barat, jebolan SMA PGRI Larantuka ini bersama rekan-rekannya sedang kuliah perdana di Chienkuo Technology University Taiwan dan sebagian lagi di Taipei Univeraity of Marine Technology.

Dalam percakapan melalui WA, Neli menuturkan kisah awal kuliah perdana di Chienkuo Technology University Taiwan. Bahwa dari rombongan 50 orang mahasiswa Flores Timur, dialah yang dipercayakan pihak kampus dan para dosen untuk membimbing rekan-rekannya. Dari sinilah Neli merasakan kebanggaan bahwa tidak sia-sia belajar mandiri di kebun. “Dan semuanya ini tidak terlepas dari pendidik saya yang hebat dari almamater tercinta SMA PGRI Larantuka, Flores Timur, NTT,” ungkap Neli yang mengambil jurusan Pertanian. (Diolah dari Facebook Bung Sila II)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment