Obyek Pantai Riangsunge di Penghujung HUT Sumpah Pemuda dan Promosi

Obyek Wisata Pantai Riangsunge, Kelurahan Ritaebang, Solor Barat. Foto: BNN/Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork-Gagasan Camat Solor Barat, Adrianus Kopong Herin, membangun kesadaran dan merajut persatuan dan kesatuan untuk bergerak bersama membangun Kecamatan Solor Barat dalam bingkai Selamatkan Orang Muda Solor Barat dengan menempatkan Obyek Wisata Pantai Riangsunge sebagai sentral kegiatan di momen HUT Sumpah Pemuda ke-90 ,kini tiba di penghujung acara penutupan

Bangunan kebersatuan yang tercipta selama 28 hari dalam pelbagai kegiatan yang terkemas Panitia Pelaksana HUT Sumpah Pemuda ke-90 Tingkat Kecamatan Solor Barat dan Promosi Obyek Wisata Pantai Riangsunge yang berada di Kelurahan Ritaebang tersebut pun kini tiba pada detik-detik habisnya. Ditutup dengan gerak jalan santai mengikuti ritme di acara pembukaan,para pemangku kepentingan Kecamatan Solor Barat bersama warga Kelurahan Ritaebang itu kembali mengayunkan langkah santai menyusuri pasir putih yang membentang menghiasi kampung Ritaebang hingga Obyek Pantai Riangsunge.

Di Obyek Pantai Riangsunge tersebut,lagi-lagi kebersatuan itu kembali diperlihatkan mereka dalam satu nada persaudaraan. Berbaur bersama dalam senam ‘pendinginan’ dan yoga yang ditularkan Lenny Yoga,sorakan kegembiraan tersebut memacu semangat warga cilik TK/Paud dan siswa-siswa SLTP untuk menorehkan keterampilan dirinya dalam lomba mewarnai dan menulis opini.

Menghadirkan komponen cilik di obyek wisata Pantai Riangsunge untuk bermain sambil belajar dan menuangkan kecerdasan mereka mengikuti materi perlombaan,merupakan rangkaian terakhir dari pelibatan bangunan kebersatuan yang dirancang barisan Paskalis Buton melalui seksi Perlombaan. Tidak saja kebersatuan untuk membangun Kecamatan Solor Barat dan gerakan mempromosikan Obyek Wisata Pantai Riangsunge itu hanya oleh generasi tua dan muda, namun generasi cilik dan remaja pun ditularkan rasa peduli akan pentingnya jalianan persatuan dan cinta akan alam di nusa Solor pada umumnya dan Solor Barat pada khususnya.

Dipersiapan penutupan acara tersebut (Senin,29 Oktober 2018) Camat Solor, Adrinaus Kopong Herin kembali membuka catatannya.Dalam perbincangannya dengan BaliNewsNetwork.com,disela-sela gladi resik acara penutupan rangkaian HUT Sumpah Pemuda ke-90 Tingkat Kecamatan Solor Barat dan Promosi Obyek Wisata,Pantai Riangsunge, Minggu, 28 Oktober 2018 ,Camat Ardi menuturkan,ide cerdasnya yang terlaksana selama 28 hari di Bulan Oktober 2018 itu masih meninggalkan catatan buruk pada aspek partisipasi. Panas-panas, tai ayam, demikianlah gambaran yang pas untuk melukiskan kekecewaan mantan Sekertaris Bappeda Kabupaten Flores Timur itu. Banyak Pemerintah Desa di Kecamatan yang sedang dipimpinnya itu tidak berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan yang telah terjadwalkan tersebut.

Sembari menorehkan simbol khusus kepada desa-desa yang tidak menyertakan utusannya dalam kegiatan-kegiatan yang teragendakan itu, Camat Ardi Herin, sebagaimana yang diungkapkannya ketika membuka kegiatan perlombaan festival seni dan budaya serta lomba gerak jalan, memberikan apresiasi kepada pemerintah desa dan kelurahan yang berpartisipasi secara aktif dalam setiap kegiatan itu.

Di sisi lain, Camat Ardi Herin yang sangat gemas dengan keindahan alam pantai Ritaebang-Riangsunge itu bertekad untuk melakukan penataan pada obyek Wisata Pantai Ritaebang. Bangunan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Flors Timur melalui Dinas pariwisata dan Kebudayaan pun diintesifkannya.Walau Dinas pimpinan Apolonia Corebima itu telah menghadiahi Obyek Pantai Riangsunge itu dengan paket pembangunan MCK/Ruang Ganti di APBD II Tahun 2018,toh, Camat Adrianus Herin terus membangun koordinasi untuk menambahkan fasilitas pendukung lainnya di lokasi tersebut.

Pasca membangun kesadaran dan membangun semangat kebersatuan dalam gerakan mempromosikan secara bersama-sama obyek wisata pantai yang juga memiliki Wato Bou,tempat warga setempat melakukan ritual minta hujan,Camat Ardianus Herin  pun mengharapkan keseriusan dan ketekunan dari Pemerintah Kelurahan Ritaebang untuk bersama warganya mengembangkan aset pariwisatanya itu.

Tak berhenti di ruang keindahan alam, Adrianus Kopong Herin bahkan menggenjot semua stakeholder di desa sekecamatan Solor Barat untuk mengaktifkan kembali tradisi lokal, baik ritual adat, maupun tarian dan nyanyian daerah,serta cerita rakyat yang kaya akan pesan moral. Kepada orang muda Solor Barat, dirinya pun berpesan untuk membiasakan diri pada tradisi-tradisi warisan nenek moyang yang sarat dengan nilai-nilai kebaikan itu, serta terlibat langsung pada upaya pelstariannya. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment