Nian Tena Lamawohong,Tarian Pamitan Penghuni Hutan

Tarian Nian Tena, Sanggar desa Lamawalang, Solor Barat. Foto: BNN/Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork-Menghadirkan  sebuah kisah  kehidupan: Pembuatan Perahu di hutan di Lewo Timu Tana Wohong, Lewo Lamawohong, Desa Lamawalang, Kecamatan Solor Barat, kelompok sanggar desa Lamawalang  yang mendapat kesempatan pertama di anjang perlombaan Seni dan Budaya  dalam rangkaian kegiatan HUT Sumpah Pemuda ke-90 Tingkat Kecamatan Solor Barat dan Gerakan Promosi Obyek Wisata Pantai Riangsunge, Kamis, 18 Oktober 2018 langsung membuat penonton dan dewan juri terpekur.

Lengkingan mantra berpamitan dengan Nitu Lolon  atau penguasa hutan yang didaraskan oleh penguasa Lewo Tana Wohong, dalam ritual membawa perahu  dari lokasi pengerjaannya ke bibir pantai yang dikemas oleh kelompok sanggar tari desa Lamawalang  di pembukaan pentas mereka, langsung menghipnotis ratusan warga yang memadati panggung pentas  di obyek wisata pantai Riangsunge  tersebut.

Nyanyian dan tarian ini merupakan warisan leluhuhur Lewo Timu Tanah Wohong, Tana Kuda Wai Papa yang senantiasa dilestarikan oleh warga desa Lamawalang. Nyanyian dan tarian ini bertujuan untuk  berpamitan atau go olo kepada penghuni hutan rimba raya atau nitu lolon di duan karena warga telah menebang sebatang pohon untuk membuat perahu. Karena perahu itu harus diantar ke pantai maka mereka wajib berpamitan dengan penguasa hutan sekaligus memohon perlindungan agar perjalanan membawa perahu itu ke tepian pantai desa mereka berjalan mulus, tanpa terhalang oleh rintangan. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment