Dinas Parbud Flotim,Tidak  Tirikan Solor

Sekertaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Flores Tiur, M. Katarina Riberu. Foto: BNN/Emnir.

Solor/BaliNewsNetwork-Gerakan mempromosikan obyek wisata Pantai Riangsunge-Ritaebang, Kecamatan Solor Barat  yang dipadukan dalam  rangkaian acara HUT Sumpah Pemuda ke-90 Tingkat Kecamatan Solor Barat, mendapat apresiasi  dan sanjungan dari  Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Kabupaten Flores Timur.

Kehadiran Sekertaris Parbud, M. Katarina Riberu bersama dua stafnya, Elvin Hayon dan Silvester Hurint pada kegiatan  perlombaan seni dan budaya yang digelar di obyek wisata Pantai Riangsunge, Kamis, 18 Oktober 2018 merupakan bentuk nyata dukungan Dinas yang sedang dipimpin Apolonia Corebima itu  terhadap  usaha pengembangan salah satu obyek wisata di Kecamatan Solor Barat itu.

“Dinas Parbud menyambut gembira kegiatan ini dan memberikan apreasi yang tinggi kepada Camat Solor Barat dan Panitia Pelaksana beserta seluruh masyarakat Solor Barat yang telah memulai gerakan promosi obyek wisata Pantai Riangsunge ini. Ibu Kadis sangat mendukung dan menugaskan kami menghadiri kegiatan ini. Ini bukti nyata dukungan Dinas Parbud,dan bukti nyata dukungan Pemda Flotim. Dinas tidak menganaktirikan apalagi meninggalkan Solor, namun Dinas Parbud akan selalu bersama-sama dengan usaha menggali nilai-nilai budaya  dan gerakan promosi seni – budaya serta potensi alam di pulau Solor ini,” ucap M. Katarina Riberu dalam sambutannya mewakili Kadis Apolonia Corebima.

Dengan terus memuji  gerakan yang diciptakan  Camat Adrianus Herin  tersebut, Rin Riberu lalu mengajak seluruh stakeholder  Solor Barat untuk  terus  bergandengan tangan melakukan penataan  obyek wisata pantai Riangsunge  dari hal kecil seperti senantiasa menjaga kebersihanannya.

Terkait dengan perlombaan festival seni dan budaya tersebut, Panitia Pelaksana HUT Sumpah Pemuda ke-90 Tingkat Kecamatan Solor Barat  dan Gerakan Promosi Obyek Wisata Pantai Riangsunge  melalui Seksi Perlombaan Festival Seni dan Budaya, mengawali laporannya dengan uraian kecemasan  terhadap kenyataan semakin  memudarnya minat  generasi muda untuk mengakrabi  budaya dan nilai-nilai  yang terkandug didalamnya.

Bila tidak dipicuh sekarang,demikian Ely Kaha dalam uraian laporannya maka generasi di pulau berbatu ini (Solor) akan kehilangan idetitasnya dan terpaksa eksodus mencari bentuk luar sebagai identitasnya.

penarikan undian peserta lomba/Emnir

“Kita tidak saja prihatin dan selesai,kita harus melakukan sesuatu untuk menyelematkan generasi pulau solor ini,sekarang! Kita harus menyelamatkan mereka dengan cara pikir dan cara laku kita.Geliat yang sedang kita perjuangkan adalah kembali  menghidupkan tradisi kebudayaan warisan  nenek moyang nusa solor ini yang kaya akan pesan dan nilai. “tanda Ely Kaha seraya menambahkan searah dengan tema kegiatan Selamatkan generasi muda Solor sembari mempromosi wisata pantai Riangsunge, yang di selaraskan dengan program pembangunan Kabupaten Flotim saat ini,kita pun berharap bersama, generasi muda Solor pada umunnya pun  segera diselamatkan dengan menggerakkan semua potensi yang ada pada mereka termasuk potensi kekayaan tradisi dan kebudayaan komunitas masyarakat,adat di kampung-kampung yang semakin pudar dan lenyap. (Emnir)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment