Divonis 2,5 Tahun, WN Malaysia Ini Malah Minta Dihukum Cambuk

WN Malaysia ini bikin heboh karena minta dihukum cambuk. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork -Ada-ada saja permintaan Norhisham bin Zali (29) yang menjadi terdakwa dalam kasus Narkotika usai divonis 2 tahun dan 6 bulan penjara oleh majelis hakim PN Denpasar pimpinan I Made Pasek, Kamis (18/9).

Awalnya, Hakim I Made Pasek bertanya kepada terdakwa apakah terdakwa menerima divonis 2,5 tahun atau mengajukan banding. Tapi karena terdakwa bingung dengan arti kata banding, majelis pun akhirnya menjelaskanya.

“Kalau terdakwa banding, berarti perkara ini belum selesai karena masih diperiksan lagi oleh pengadilan yang lebih tingga,” jelas Hakim Made Pasek.

Pun saat terdakwa diberi kesempatan untuk berkonsultasi dengan pengacara terdakwa, terdakwa juga tetap belum paham dengan arti kata banding. Oleh karena itu, pengacara terdakwa pun mengatakan pikir-pikir atas putusan hakim.

Lucunya, sebelum majelis hakim menutup sidang, terdakwa mengangkat tangan memberi tanda masih ada yang akan disampaikan. “Saya mohon kalau bisa hukuman saya ini diganti dengan hukuman cambuk yang mulia,” ujar terdakwa.

Permohonan terdakwa itu tentu saja membuat pengunjung sidang maupun hakim tertawa geli. “Di Indonesia tidak berlaku hukum cambuk. hanya hukuman penjara saja. Jadi tidak bisa ditukar dengan hukuman cambuk,”jawab Hakim Made Pasek sembari mengetuk palunya.

Sementara itu dalam sidang terungkap, majelis hakim dalam amar putusnya menyatakan terdakwa terbukti bersalah tanpa hak menggunakan Narkotika untuk dirinya sendiri. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pada Pasal 127 ayat (1) huruf a UU Narkotika.

Vonis 2,5 tahun ini lebih ringan 6 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Paulus Agus Widaryanto yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun.

Diberitakan sebelumnya, terdakwa ditangkap di terminal kedatangan Bandara Ngurah Rai sekitar pukul 20:00 Wita. Saat itu dilakukan penggeledahan oleh petugas Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai terhadap terdakwa setelah melakukan pemeriksaan x-ray, petugas mencurigai terhadap tubuh terdakwa.

Saat dilakukan pemeriksaan, petugas melihat sesuatu yang terbungkus dengan plastik bening dari celana terdakwa, selanjutnya petugas meminta terdakwa untuk mengambil bungkusan yang terjatuh itu dan saat diperiksa petugas, ternyata di dalamnya berisi ganja.

Selanjutnya, petugas melakukan penimbangan terhadap barang haram itu dan diketahui beratnya mencapai 0,48 gram netto. Selanjutnya, petugas melakukan interogasi kepada terdakwa dan mengakui barang terlarang itu dibeli dari temannya bernama Azman ketika berada di Malaysia. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment