Ibu-ibu Pencuri Celana di Pasar Dituntut 2 Tahun Penjara

Keempat terdakwa hanya bisa memohon keringanan saat dituntut 2 tahun penjara karena mencuri di pasar Kereneng,  Denpasar. Foto: BNN/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork-Empat ibu rumah tangga yang kedapatan mencuri celana di Pasar Kereneng, Denpasar dituntut 2 tahun penjara dalam sidang yang berlangsung, Senin (16/10) di PN Denpasar.

Atas tuntutan itu, keempat terdakwa, Astutik Rira Andriani (40), Mutiah (40), Painah (39) dan Ema (55) hanya bisa pasrah sembari memohon keringanan hukuman dari majelis hakim.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Peggy Ellen Bawengan yang diwakili Jaksa Mia Fida dalam amar tuntutanya yang dibacakan dihadapan majelis hakim Pimpinan Ni Made Purnami menyatakan keempat terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh lebih dari 2 orang.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pada Pasal 363 ayat (1) Ke-4e KUHP, “Memohon kepada majelis hakim umtuk menghukum para terdakwa dengan hukuman masing-masing 2 tahun penjara,”sebut Jaksa Mia Fida sebagaimana dalam tuntutanya.

Karena terdakwa memohon keringanan, majelis hakim akhirnya menunda sidang dengan agenda putusan pekan depan.”Sidang kita tunda minggu depan dengan agenda putusan,”sebut Hakim Ni Made Purnami sembari mengetuk palu.

Semenetara itu sebagaimana dalam dakwaan jaksa sebelumnya, kasus pencurian ini dilakukan keempat terdakwa pada bulan Juli 2018 lalu di Pasar Kereneng, Jalan Kamboja Denpasar. Dalam melakukan aksinya, keempat terdakwa memiliki perannya masing-masing.

Dimana saat itu, terdakwa Ema dan Painah berpura-pura belanja di stan jualan pakaian (jaket dan celana) jenis jeans milik I Made Swendra yang pada saat itu dijaga oleh sang anak pemilik nermama Putu Handara Widya Pratama. Sedangkan Astutik dan Mutiah selaku eksekutor.

Saat melihat penjaga stan sedang berjaga sendiri, aksi keempatnya pun dimulai. Ema dan Painah berpura-pura menawar harga barang. Saat konsentrasi korban teralihkan, Astutik dan Mutiah pun langsung mengeksekusi.

Pertama, Astutil dan Mutiah mengambil tiga celana dan satu jaket yang kemudian disembunyikan di balik lengan baju. Usai beraksi, keduanya langsung kabur ke parkiran yang sudah ditunggi oleh suami masing-masing keduanya, Min dan Yunus.

Beberapa hari kemudian, mereka kembali ke tempat uang sama dan berhasil menggondol 9 buah celana panjang jeans. Saat aksi ledua tersebut, pengunjung pasar lainnya pun melihat dan langsung berteriak “maling”.

Korban yang kemudian mengetahui langsung mengejar para terdakwa. Dua terdakwa berhasil kabur. Sedangkan dua lainnya ditangkap di lokasi. Beberapa hati kemudian, dua terdakwa lainnya ditangkap di Jembrana, kemudian langsung dikeler ke Mapolsek Denpasar Timur untuk diproses lebih lanjut. (pro)

 

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment